• KANAL BERITA

Fokus Benahi Infrastruktur

Lurah Sukorejo

Wiwoho Budi Hartono
Wiwoho Budi Hartono

WILAYAH Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, memiliki banyak potensi, khususnya di bidang pariwisata. Sebut saja, Pasar Jaten dan angkringan pinggir kali yang menggunakan mata uang kepeng sebagai alat transaksi. Saat malam, banyak muda-mudi yang datang ke angkringan pinggir kali yang menawarkan nuansa tempo dulu.

Tempat wisata yang diprakarsai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Jawi, Siswanto itu seperti menjadi magnet bagi Kelurahan Sukorejo. Kampung yang terletak di Kalialang Lama VII RT2 RW1 itu menjadi pusat kegiatan budaya. ”Ada sanggar Sendang Asri Budaya yang konsisten menjaga budaya Karawitan, sekolah Pranatacara, membatik, tari tradisional, hingga rebana.

Budaya lama seperti sadranan, dan berbagai tradisi Jawa lainnya masih lestari di sini,” tutur Lurah Sukorejo, Wiwoho Budi Hartono, kemarin. Lurah kelahiran 2 April 1968 itu mengatakan, Pasar Jaten Kampung Jawi Kalialang, berada di tepi sungai, tidak jauh lokasi semula.

Di Pasar Jaten Pinggir Kali itu, para pengunjung pasar disuguhi pemandangan alam yang asri dan suara gemericik aliran Kali Kripik. Ditambahkan, ada 17 stan makanan dan minuman tradisional yang dapat dinikmati di Pasar Jaten Pinggir Kali, seperti jamu seduh, sego pecel pincuk, sop ndoro ayu, es campur sari, jagung rebus, sego kuluban, hingga beberapa jenis wedangan. Pengunjung juga bisa bermain berbagai permainan tradisional seperti jungkat-jungkit dari bambu, egrang, dan panahan.

Selain itu, mereka juga bisa menikmati makanan di saung bertingkat sembari melihat panorama alam yang indah sekitar Pasar Jaten Pinggir Kali. Semua peralatan penjualan juga diwajibkan memakai gerabah buatan alami.

Akses Jalan

Suami Dwi Bogiarti ini menambahkan, kehadiran Pasar Jaten Pinggir Kali ini dapat meningkatkan perekonomian warganya. Karena itu, lurah yang pernah menjabat sebagai Kepala UPTD Kebun Bibit dan Tanaman Hias Disperkim itu berencana membenahi infrastruktur jalan.

Sarjana Hukum Untag itu yakin akses jalan yang baik menjadi kunci peningkatan ekonomi. Karena masih banyak jalan yang rusak dan bergelombang. ”Kalau akses jalan bisa dilalui dengan nyaman, maka ekonomi akan cepat berkembang. Tempat wisata ramai, UMKM pun dapat lebih berdaya,” ujar ayah dua anak tersebut.

Akses jalan tersebut yakni, jalan dan jembatan di RW1, jalan menuju RW2 dan 7. Selain itu pembenahan jalan Kalialang Baru di RT2, RT4 serta pavingisasi Jl Dewi Sartika dan Kalialang Baru-Seroja. (Mohammad Khabib Zamzami- 48)


Berita Terkait
Komentar