• KANAL BERITA

FIKIH WANITA

Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

AKHIR-AKHIR ini masyarakat digegerkan oleh berita megakorupsi yang amat luar biasa besar yang terjadi di negara kita, yang menjunjung tinggi nilai moralitas dan agama.

Setiap hari media massa dan media sosial menyampaikan berita tentang korupsi yang terjadi di negeri ini yang dilakukan oleh para pejabat ekskutif, legislatif, dan yudikatif, bekerja sama dengan pihak swasta.

Karena begitu gencarnya berita tersebut sehingga korupsi menjadi hal yang biasa. Seakan-akan korupsi menjadi bagian yang wajar dalam kehidupan kita.

Bagaimanapun sebenarnya korupsi merupakan perbuatan yang tercela karena telah merugikan bangsa dan negara. Korupsi tidak hanya terbatas pada penggelapan atau pencurian uang negara.

Korupsi adalah segala tindakan mengambil hak orang lain, sekecil apa pun itu. Berjualan di troroar, misalnya, juga merupakan bentuk korupsi karena telah melanggar hak orang lain, yang seharusnya diperuntukkan para pejalan kaki.

Karena itu, besar atau kecil, sedikit atau banyak, bila kita merugikan orang lain, menggunakan sesuatu yang bukan hak kita, maka hal itu sudah dapat dikategorikan sebagai tindakan korupsi. Korupsi telah menjadi penyakit kronis, yang seakan tak dapat disembuhkan.

Karena menjadi persoalan bangsa, penyembuhan penyakit korupsi tidak bisa hanya menggantungkan pada aparat yang berwenang. Masalah korupsi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa untuk menolak, mencegah, dan memberantasnya.

Pada dasarnya korupsi dapat berkembang dan sulit diberantas karena lemahnya sikap kita terhadap korupsi. Awalnya, tindakan korupsi diawali dari hal-hal kecil, tetapi lama kelamaan menjadi besar. Kita toleran terhadap korupsi hal yang kecil, tetapi lama-kelamaan menganggap biasa terhadap korupsi yang lebih besar.

Karena masalah sikap, maka penyembuhan penyakit korupsi dapat dimulai dari penanaman sikap antikorupsi, dengan cara menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, menghargai orang lain, dan sebaginya.

Hal ini, terutama pada generasi muda yang akan menjadi pengisi kehidupan berbangasa pada masa mendatang. Dengan kata lain, pemberantasan korupsi harus dimulai pada anakanak sejak dini, dengan tujuan utama memotong rantai pewarisan sikap koruptif.

Dari mereka inilah kita bisa berharap generasi yang bebas korupsi pada masa mendatang. Dalam Islam sifat amanah atau dapat dipercaya, jujur merupakan sifat wajib bagi Rasul Saw, yang juga harus dimiliki oleh orang Islam yang mengimaninya.

Alquran memerintah dan mengingatkan tentang sifat amanah ini, sehingga dapat menunjukkan keimanan seseorang kepada Allah Swt yang sebenar- benarnya dan harus tercermin dari perilaku.

Dalam pendidikan kejujuran sejak dini ini keluarga, terutama orang tua (ibu dan ayah),memiliki peran yang sangat penting. Hal ini karena di lingkungan keluargalah anak pertama kali belajar jujur. (Dr Umul Baroroh MAg, Sekretaris MUI Jawa Tengah.)


Berita Terkait
Komentar