• KANAL BERITA

PITUTUR

Wajib Melu Hangrungkebi

PITUTUR di atas adalah serial ketiga atau terakhir dari pitutur ” Mulat sarira hangrasa wani, rumangsa melu handarbemi, wajb melu hangrungkebi” Melu artinya ikut, hangrungkebi artinya menjaga, membela dan mempertahankan.

Jadi arti keseluruhan dari pitutur kali ini adalah wajib turut membela, menjaga dan mempertahankan.

Apa yang harus kita jaga, kita bela dan kita pertahankan ? Ya semua yang diamanatkan kepada kita.

Bisa milik kita, material dan non material, keluarga kita, pekerjaan kita, jabatan kita dan tentu saja negara dan tanah air kita.

Selanjutnya akan kita fokuskan kepada negara dan tanah air, karena di sinilah kebersamaan kita dan tak ada perbedaan di antara kita. Dalam hal ini tentu tidak mungkin seseorang dari kita secara sendirian membela, menjaga dan memelihara negara dan tanah air kita.

Para sepuh memahami bahwa masyarakat dan bangsa ini terdiri dari bagian-bagian kecil, yaitu pribadi-pribadi kita, dan tanggung jawab itu tak mungkin dipikul oleh hanya pribadi-pribadi itu, tetapi harus bersama-sama.

Maka beliaubeliau sangat bijak sehingga masing-masing pribadi itu, masing-masing kita diwajibkan untuk melu hangrungkebi, berpartisipasi dan berkontribusi dalam hangrungkebi milik bersama kita itu.

Mengapa kita diajari demikian ? Karena tujuan kita, tujuan negara yang sama-sama kita dirikan ini tidak mungkin tercapai tanpa komitmen dan konsistensi kita untuk menjaga eksistensinya.

Negeri kita adalah zamrud khatulistiwa, sepotong surga yang Tuhan berikan kepada kita. Hampir semua kebutuhan manusia ada di sini. Karenanya ”orang lain” banyak yang ingin memlikinya, baik buminya, lautnya, maupun apa yang menjadi kandungannya.

Kita tentu masih ingat bahkan merasakan akibat berbagai penjajahan masa lalu, dan tantangan ke depan seperti diingatkan oleh Bung Karno tentang adanya ”neo-kolonialisme” yang wujudnya berbeda dengan penjajahan-penjajahan sebelumnya.

Jadi menjaga, membela dan mempertahankan milik kita yaitu negara tercinta ini harus selalu menjadi komitmen kita dan secara konsisten kita pertahankan. Sekaligus jadikan itu sebagai syukur kita kepada Tuhan dan kepada para pahlawan dan pendiri bangsa ini. (Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua Umum MUI Jawa Tengah)


Berita Terkait
Komentar