KOMPETISI PRESTASI LURAH HEBAT SEMARANG (Oktober 2019 - Februari 2020)

Berdayakan Potensi Warga

Lurah Jatisari

SM/dok  -  BERKUNJUNG : Lurah Jatisari Amad Triyoso, melihat langsung proses pembuatan ceriping presto di rumah Santoso, warga RT 04 RW 02 Kelurahan Jatisari. (42)
SM/dok - BERKUNJUNG : Lurah Jatisari Amad Triyoso, melihat langsung proses pembuatan ceriping presto di rumah Santoso, warga RT 04 RW 02 Kelurahan Jatisari. (42)

SALAH satu masalah yang dihadapi warga Kelurahan Jatisari, saat ini adalah pengentasan kemiskinan. Karena itulah Lurah Jatisari, mengupayakan beragam cara untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

Berbagai upaya dia lakukan, termasuk melaksanakan program Kampung Tematik, bersinergi dengan stakholder seperti, BUMN, BUMD, perbankan, swasta, perguruan tinggi, LSM, dan Ormas.

Dia mengemukakan, di wilayah dihuni 12.214 penduduk, tersebar di 107 RT dari 13 RW, Dari jumlah itu, 901 jiwa di antaranya masuk dalam ketegori warga miskin.

‘’Melalui Program Kampung Tematik, masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lingkungan untuk memberdayakan warga setempat. Masyarakat dapat mengidentifikasi potensi dan permasalahan, serta merumuskan penanganan masalah, sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat,’’kata lurah kelahiran Kendal 12 September 1962 itu.

Untuk mengatasi persoalan kemiskinan itu, diperlukan strategi dan kebijakan terpadu yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik warga di Kelurahan Jatisari.

Oleh karena itu Lurah Jatisari, Amad Triyoso lantas memutuskan membentuk Kampung Tematik dengan tema Kampung Jajanan.

Menurut ayah tiga anak itu, warga Kelurahan Jatisari memiliki bakat mengolah aneka jajanan seperti kerupuk, ceriping presto, aneka jajanan tradisional dan roti.

Sebagai bahan pertimbangan pemilihan tema Kampung Jajanan dipertimbangkan mengingat ada sekitar beberapa warga di lokasi itu yang berwirausaha memproduksi jajanan.

‘’Terdapat 16 warga yang menjadi produsen jajanan,’’jelas suami Budi Mariana itu.

Dengan dibukanya Kampung Jajanan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ekonomi lokal.

Kemudian terjadi perbaikan kondisi lingkungan, karena dengan ditunjuk sebagai kampung tematik tentu terjadi pembenahan besar-besaran.

Libatkan Banyak Pihak

Lulusan Fakultas Hukum Undaris pada 1998 itu berencana untuk memanfaatkan Taman Mijen untuk dijadikan tempat kegiatan seperti bazar atau hiburan lainnya secera rutin.

Sehingga, masyarakat akan menanti-nanti acara tersebut tiap pekannya.

‘’Dengan demikian, pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan momen itu untuk berjualan. Masyarakat juga akan gembira,’’tuturnya. (Mohammad Khabib Zamzami-42)