Tahu Pong Diminati Pengunjung Luar Daerah

SM/Pamungkas Suci Ashadi  -  TAHU PONG : Penjual saat menggoreng tahu pong di warungnya yang berada di Jalan Depok,belum lama ini.
SM/Pamungkas Suci Ashadi - TAHU PONG : Penjual saat menggoreng tahu pong di warungnya yang berada di Jalan Depok,belum lama ini.

SALAH Satu Makanan legendaris di Jalan Depok adalah Tahu Pong. Ada beberapa warung yang menjual makanan khas Semarangan ini.

Salah satunya warung Tahu Pong Sari Roso. Warung itu sudah ada sejak 18 tahun lalu, dan selalu ramai tiap malam.

Penjual Tahu Pong Sariroso, Mudiyat mengatakan, sudah berjualan Tahu Pong sekitar 18 tahun lalu, yakni sejak 2002 hingga sekarang.

Dia memberikan nama warungnya dengan istilah ”Tahu Pong Khas Semarang Sari Roso”.

Setiap hari buka mulai pukul 16.00 hingga tengah malam di Jalan Depok Nomer 28 Semarang. Dia menceritakan, Tahu Pong merupakan makanan kuliner khas Semarang.

Ada berbagai jenis sajian Tahu Pong yang dijual di Jalan Depok. Di antaranya, tahu kopyok telur gimbal, tahu kopyok telur, tahu emplek gimbal, dan masih banyak lagi.

Harganya relatif terjangkau, paling murah Rp 11 ribu jenis sajian tahu emplek dan paling mahal Rp 30 ribu jenis tahu komplet. Penikmat kuliner bisa menambahkan nasi saat menyantap menu tersebut.

”Tentu kuliner Tahu Pong berbeda dengan tahu biasa. Ciri khasnya, jika tahu pong digoreng dalamnya akan kopong dan kemrenyes. Disantap hanya menggunakan bumbu kecap petis dan ulekan sambal,” ujar Mudiyat, Rabu, (22/1) malam.

Penghasilan Meningkat

Sejak berjualan Tahu Pong di Jalan Depok, kebanyakan pembeli dari daerah luar Semarang.

Hal itu terlihat dari mobilmobil yang mampir di warung nomor polisi B atau Jakarta dan nomor polisi L atau Surabaya.

Meski demikian, warga Semarang juga banyak yang menyukai kuliner makanan Tahu Pong. Mereka dari kalangan orang tua dan remaja.

”Kebanyakan pengunjung dari luar Semarang mampir. Mereka ingin mencicipi masakan khas Semarang, yaitu tahu pong. Pengunjung meningkat signifikan saat liburan. Banyak sekali pengunjung yang menikmati tahu pong, sehingga penghasilan kami meningkat dua kali lipat bahkan lebih,” imbuhnya.

Menurutnya, jika hari biasa, pengunjung yang datang ada sekitar 100 orang. Namun jika hari libur pengunjung bisa lebih dari ratusan.

Dia menceritakan, dulu berjualan tahu pong sisi timur Jalan Gajahmada, tetapi karena ada pelebaran jalan akhirnya pindah ke Jalan Depok.

Karena itu, pihaknya mendukung Pemkot Semarang, yang berencana akan membuat Jalan Depok menjadi pusat kuliner khas Semarang.

”Hal itu dapat membuat masakan kuliner khas Semarang bisa lebih berkembang dan terkenal. Apalagi untuk kuliner khas tahu pong sekarang ini sudah banyak digemari anak muda,” ujar Murdiyat. (Pamungkas Suci Ashadi-48)