TAJUK RENCANA

Masih Saja Ada Investasi Bodong

Di tengah masyarakat masih saja ada tawaran investasi yang berujung pada kekisruhan atau investasi bodong. Terakhir, Satgas Waspada Investasi OJK menyebut Polri sedang mengusut kasus MeMiles. Sebelumnya di Jawa Timur muncul penawaran perumahan syariah yang kemudian juga memunculkan pengaduan dari beberapa korban. Tidak jarang juga muncul berita kekecewaan nasabah karena investasi dari lembaga yang mengaku berbadan hukum koperasi ternyata harus berhenti di tengah jalan.

Investasi-investasi yang akhirnya bermasalah tersebut menjanjikan tingkat pengembalian hasil menggiurkan. Janji-janji itu menarik orang untuk datang dan menempatkan dananya. Dalam kasus MeMiles yang menarik banyak anggota di Ibu Kota dan Jawa Timur, masyarakat diiming- imingi hadiah setelah mendaftar. MeMiles mendapatkan dana dari uang pendaftaran dan top-up dari anggota. Para anggota tertarik untuk melakukan top-up karena imingiming hadiahnya sangat menggiurkan.

Sebenarnya MeMiles bukanlah perusahaan investasi. Perusahaan itu bergerak di bidang periklanan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Karena luar biasanya bonus yang ditawarkan bagi para anggota, maka stempel sebagai perusahaan investasi pun muncul. Diasumsikan masyarakat menempatkan dana untuk memperoleh hasil fantastis beberapa bulan kemudian. Top-up oleh anggota diwujudkan dalam pemasangan iklan, dan uang yang diberikan akan memperoleh imbalan berupa barang.

Hadiah barang itulah yang dianggap irasional, karena dengan top-up beberapa juta rupiah, empat-lima bulan kemudian akan memperoleh sebuah mobil. Banyak ragam hadiah istimewa ditawarkan, tergantung dana yang ditambahkan oleh anggota untuk membeli slot ikan. Diduga reward kepada anggota lama diambilkan dari dana yang disetorkan oleh anggota baru. Dengan skema ini, maka anggota yang datang belakangan kemungkinan sulit mendapatkan bonus karena perekrutan anggota makin sulit.

Bisnis adalah menjual produk dan jasa. Dari penjualan itulah keuntungan didapat. Dengan demikian perusahaan harus jelas terlebih dahulu cara memperoleh keuntungan. Dana yang masuk bisa saja bukan dari keuntungan. Bila dana yang masuk lebih banyak karena anggota baru, mekanisme itu disebut sebagai skema Ponzi. Skema itu dilarang, mengingat dana yang dibagikan berasal dari anggota baru. Secara teori, seiring perjalanan waktu perusahaan tidak mudah lagi memperoleh tambahan peserta.

Pemerintah tentu harus bergerak bila mendapati perusahaan yang beroperasi dengan skema tersebut, sebelum korban yang berjatuhan makin banyak. Memang banyak cara dilakukan untuk memperoleh dana masyarakat. Masyarakat harus jeli, dengan melihat prospek bisnis dan perizinan perusahaan tersebut. Membuat masyarakat makin kritis perlu dilakukan agar perusahaanperusahaan investasi bodong tidak terus bermunculan. Sosialisasi investasi rasional perlu terus digalakkan Satgas Waspada Investasi OJK.


Berita Terkait
Komentar