Pergunu-Wahid Foundation Komit Percepat Deradikalisasi

SEMARANG - Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Tengah bersama Wahid Foundation berkomitmen untuk mempercepat proses deradikalisasi di wilayah Soloraya. Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk program kerja prioritas PW Pergunu Jateng 2017-2022 bernama ”Hijaukan Solo Raya”. Hal itu disampaikan Ketua PW Pergunu Jateng, M Faojin saat rapat koordinasi PW Pergunu Jateng di Universitas Terbuka (UT) Semarang, kemarin. ”Ini menjadi program prioritas kami. Mengapa Hijaukan Soloraya? Sebab, jika Soloraya hijau atau sejuk, maka Jawa Tengah akan adem,” katanya seusai acara, Selasa (21/1).

Rapat koordinasi dihadiri Duta Wahid Foundation, Mauliya Risalaturrohmah dan Pengurus Cabang (PC) Pergunu se-Soloraya. Faojin menambahkan, jika Jawa Tengah adem ayem, maka akan mudah untuk menciptakan kerukunan, toleransi, dan sinergitas dalam membangun bangsa. Hal ini, kata dia, sebagaimana yang diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam banyak kesempatan. Menurutnya, PW Pergunu Jateng sudah melakukan upaya tersebut sejak 2018. Langkah nyatanya yakni dengan membentu kepengurusan Pergunu di wilayah Soloraya yakni Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, Wonogiri, Sragen, Boyolali, dan Kota Surakarta. ”Respons dan dukungan dari masyarakat dan unsur pemerintah sangat bagus. Ini tampak dari kehadiran mereka di berbagai pelantikan di antaranya Sukoharjo, Karanganyar, Klaten dan Wonogiri,” katanya. Sementara itu, Duta Wahid Foundation, Mauliya Risalaturrohmah menyatakan, tertarik dengan program yang dilakukan Pergunu Jateng. Menurutnya, upaya tersebut merupakan gerakan dari bawah dengan fokus para guru.

Gandeng AGPAII

Dia berharap, selain fokus pada guru NU dalam deradikalisme, Pergunu Jateng juga diminta menggandeng Asosiasi Guru Agama Islam Indonesia (AGPAII) yang sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Faojin menyatakan siap dan akan menindaklanjutinya mengingat dirinya juga menjabat sebagai Penasihat AGPAII Jawa Tengah. ”Pergunu juga akan menggandeng semua unsur yang ada seperti, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, MUI Jawa Tengah, Kementerian Agama dan Muhammadiyah,” ujarnya. Menurutnya, sudah semustinya tugas tersebut harus dipikul dan bersinergi bersama untuk keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Berdasarkan laporan pengurus Pergunu di Solo Raya, kata dia, radikalisme masih terjadi di wilayah tersebut, bahkan ada yang sempat viral lantaran kejadian itu dilakukan sejumlah oknum guru. Dikatakan, langkah yang akan dilakukan pengurus PC Pergunu Soloraya meliputi, pemetaan guru pendidikan agama Islam (PAI) dan guru non-PAI Pergunu yang mengajar di SMP, SMA dan SMK negeri. Pemetaan didasarkan pada database melalui kartu tanda anggota (KTA) Pergunu. ”Setelah itu akan dilanjutkan dengan semiloka pengembangan sekolah damai di Soloraya,”katanya. (arw-45)


Berita Terkait
Komentar