• KANAL BERITA

BENCANA

BPBD Siaga 24 Jam

SEMARANG - Warga Kota Semarang, terutama yang tinggal di dataran tinggi, diminta mewaspadai bencana tanah longsor. Terutama warga yang tinggal di dataran tinggi.

Ketika musim hujan, ada beberapa daerah rawan bencana longsor. Daerah langganan bencana longsor yakni Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur.

”Salah satu daerah rawan longsor ada di Kelurahan Lempongsari. Bila terjadi hujan deras terus menerus, masih rawan longsor. Karena itu, masyarakat kami imbau agar waspada,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Arief Rudianto, Jumat (17/1).

Selama musim hujan ini, personel BPBD Kota Semarang juga selalu siap siaga selama 24 jam. Ada dua posko yang disiagakan yakni di Penggaron dan Wisma Perdamaian.

Pihaknya juga mengimbau kepada pengurus Kelurahan Siaga Bencana (KSB) agar terus memberikan edukasi kepada warganya. ”Terutama terkait kewaspadaan dalam menghadapi bencana di musim hujan. Seperti puting beliung, angin kencang, pohon tumbang, banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.

Longsor

Dosen Undip, Novie Susanto pun melakukan kajian akademis tentang pemetaan sejumlah daerah rawan longsor sesuai tingkat kerawanan. Disebutkan, wilayah di Kota Semarang bagian selatan masuk dalam kategori sangat rawan longsor. Presentase 0,31 persen dari total wilayah di Kota Semarang.

”Ada tiga kecamatan yang masuk daerah sangat rawan terjadi longsor. Yakni berada di titik wilayah Kecamatan Mijen, Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Ngaliyan,” ujar Susanto. Adapun untuk kategori zona rawan longsor memiliki presentase 1,2 persen.

Yakni beberapa titik di Kecamatan Gunungpati, Kecamatan Candisari, Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Pedurungan. Termasuk zona rawan longsor juga tersebar di beberapa wilayah Kecamatan Ngaliyan, dan Kecamatan Mijen.

Untuk zona yang cukup rawan terjadi longsor terletak di lokasi Semarang bagian tengah hingga kawasan perbukitan bagian selatan. Selain itu, untuk daerah yang dianggap tidak rawan terjadi longsor terletak di daerah Semarang bagian utara.

”Untuk pemetaan presentase zona yang cukup rawan terjadi longsor sebesar 13,3 persen. Agak rawan longsor 60,5 persen dan sisanya 24,7 persen merupakan kategori zona yang tidak rawan terjadi longsor,” terangnya.

Menurutnya, kejadian longsor yang selama ini terjadi merupakan proses alami dalam perubahan struktur muka bumi atau gangguan kestabilan pada tanah. Faktor lain, karena diakibatkan dari aktivitas manusia dalam mengeksploitasi alam yang tidak terkendalai.

”Bencana tanah longsor mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Baik dari sisi ekonomi, sosial dan bahkan bisa merenggut nyawa seseorang. Maka dari itu, warga yang menempat di daerah yang masuk dalam kategori longsor perlu waspada,” ungkapnya. (kas-42)