• KANAL BERITA

123 Hakim Dilaporkan ke KY

Diduga Langgar Kode Etik

SEMARANG - Sebanyak 123 hakim di Jateng dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) sepanjang 2019. Para hakim diduga melanggar kode etik profesi. Jateng tercatat sebagai wilayah dengan jumlah laporan terbanyak kelima.

Asisten Penghubung KY Jateng Muhammad Farhan menyatakan, dari seluruh laporan tersebut sebagian di antaranya disampaikan oleh masyarakat langsung kepada Komisi Yudisial di Jakarta.

”Ada 85 laporan yang disampaikan melalui penghubung KY Jateng, sedangkan yang dapat diregister 60 aduan. Selebihnya kemungkinan besar langsung ke Komisi Yudisial di Jakarta,” kata Farhan, Jumat (17/1).

Dia menyebut, sepanjang 2019, total ada 1.544 laporan dari se-Indonesia yang diterima Komisi Yudisial.

Provinsi terbanyak yang menerima laporan, DKI Jakarta dengan 327 laporan, menyusul Jawa Timur 188 laporan, Sumatera Utara 133 laporan, Jawa Barat 132 laporan, serta Jawa Tengah.

Berdasar jenis perkara yang masuk di Jateng, laporan didominasi perkara perdata (49 perkara).

Perkara pidana tercatat 16, serta 10 perkara agama. Selebihnya, tata usaha negara dengan delapan perkara, pengadilan hubungan industrial (PHI) satu perkara dan lain-lain.

”Selama 2019 kami di Penghubung KY Jateng juga melakukan kegiatan pemantauan persidangan 39 perkara. Pemantauan persidangan tidak hanya dilakukan di Semarang, tetapi juga di daerah lain seperti Jepara, Salatiga, Pemalang, dan Slawi,” ujarnya.

Farhan juga mengatakan, pihaknya aktif dan inisiatif melakukan pemantauan terhadap perkara-perkara yang menarik perhatian publik.

Pada 2019 lalu misalnya, Penghubung KY Jateng intensif melakukan pemantauan tindak pidana pemilu. (ftp-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar