• KANAL BERITA

ENERGI

Stasiun Listrik Masih Gratis

MENGISI DAYA : General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY, Feby Joko Priharto (kiri), mengisi daya mobil hybrid Toyota Prius PHEV di SPKLU Semarang. Hadir Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (tengah), dan Kepala Dinas ESDM Jateng Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko (kanan). (42)
MENGISI DAYA : General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY, Feby Joko Priharto (kiri), mengisi daya mobil hybrid Toyota Prius PHEV di SPKLU Semarang. Hadir Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (tengah), dan Kepala Dinas ESDM Jateng Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko (kanan). (42)

SEMARANG TENGAH - Masyarakat masih dapat memanfaatkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Jawa Tengah secara gratis, sampai ada regulasi dari pemerintah.

”Perkiraan kami, ke depan ketika sudah dikenakan biaya, berkisar Rp 1.600 per Kwh. Ini lebih irit dibandiingkan menggunakan BBM,” kata General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY, Feby Joko Priharto.

Karena itu pihaknya mempersilakan masyarakat untuk segera memanfaatkan SPKLU tersebut.

Sembari menunggu pengisian daya pada baterai kendaraan, masyarakat bisa bersantai di stan-stan penjual jajanan.

Seperti diketahui, SPKLU telah diresmikan di halaman kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang, Jalan Pemuda.

Pada hari peresmiannya, mobil hibrida Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), menjajal untuk isi daya.

Mobil biru itu di ujicoba langsung dari Nasmoco Group. Nasmoco mendukung program pemerintah, untuk menghadirkan kendaraan elektrik yang lebih ramah lingkungan.

Konsep mobil masa depan yang diyakini segera dipercaya pasar sebagai kendaraan tanpa bahan bakar fosil.

Terlebih, pemerintah juga telah menetapkan industri otomotif sebagai salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0.

Di mana menargetkan Indonesia menjadi basis produksi kendaraan elektrifikasi (Electrified Vehicle) untuk pasar domestik dan ekspor, pada 2030.

Produksi kendaraan listrik atau hibrida tersebut, dilakukan bersamaan dengan kendaraan bermotor bermesin bakar internal (Internal Combustion Engine - ICE), seperti yang sudah berkembang saat ini.

”Pelayanan dan teknologi kendaraan elektrifikasi disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di setiap negara termasuk Indonesia. Apalagi permintaan pasar domestik saat ini sudah mengikuti tren global yaitu menuju kendaraan yang nyaman, ramah lingkungan dan rendah emisi,” ungkap Fatrijanto, Managing Director Nasmoco Group.

Lanjutnya, pengembangan kendaraan ramah lingkungan melalui teknologi elektrifikasi sudah dimulai Toyota sejak awal 1990.

Selain berbasis Battery Electric Vehicle (BEV) dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Toyota juga mengembangkan kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dalam upaya menjawab tantangan mobilitas masa depan.

”Untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dengan emisi C02 yang rendah,” tambahnya.

Saat ini Toyota memiliki pilihan teknologi elektrifikasi terlengkap dengan empat jenis teknologi.

Di antaranya C-HR Hybrid Electric Vehicle (HEV), Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), i-ROAD Battery Electric Vehicle (BEV), dan Mirai Fuel-Cell Electric Vehicle (FCEV).

Toyota juga menargetkan, mulai tahun 2025 mendatang, setiap model kendaraan Toyota akan memiliki pilihan teknologi elektrifikasi. (daz, K18-42)