• KANAL BERITA

Pemkot Siapkan 11.288 Beasiswa

41 Sekolah Swasta Gratis

SM/BBS  -  BELAJAR : Wali Kota Hendrar Prihadi, memperhatikan pelajar yang belajar di luar ruang kelas, di SMP 39 Semarang, belum lama ini. (42)
SM/BBS - BELAJAR : Wali Kota Hendrar Prihadi, memperhatikan pelajar yang belajar di luar ruang kelas, di SMP 39 Semarang, belum lama ini. (42)

SEMARANG - Usaha meringankan biaya pendidikan, tidak hanya sekadar menggratiskan beberapa sekolah swasta.

Tahun ini Pemkot Semarang, juga menyiapkan 12.400 beasiswa untuk siswa dari keluarga miskin dan berprestasi.

Beasiswa tersebut nantinya diberikan kepada siswa, di jenjang dari tingkat SD dan MI hingga perguruan tinggi.

Secara detail beasiswa akan dibagi untuk 3.240 siswa bagi SD dan MI. Kemudian SMP dan MTs (3.960 siswa), SMA dan SMK (3.960 siswa), serta 128 mahasiswa perguruan tinggi di Kota Semarang.

Wali Kota Hendrar Prihadi, menjelaskan inovasi program untuk membantu siswa dan mahasiswa tersebut, menjadi salah satu prioritas Pemkot Semarang.

Hal itu karena pendidikan merupakan satu dasar untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM), agar kelak menjadi warga negara unggul.

”Ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang fokus membangun SDM unggul. Melalui program pendidikan formal gratis, diharapkan yang tidak mampu bersekolah bisa bersekolah. Adapun yang sudah mampu bisa tambah pendidikannya yang non-formal,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Gratis

Selain beasiswa, Pemkot Semarang juga meluncurkan program sekolah swasta gratis secara bertahap. Dimulai pertama kali pada tahun ajaran 2020/2021.

Pada tahap pertama, Pemkot akan menggratiskan 41 sekolah swasta yang ada di Kota Lunpia.

Rinciannya, tujuh Taman Kanakkanak (TK) Swasta, 14 Sekolah Dasar (SD) Swasta, dan 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta.

Sekolah-sekolah tersebut telah setuju telah setuju dengan program sekolah gratis.

Terobosan ini menjadi penguatan program pendidikan gratis yang sebelumnya telah diberlakukan untuk seluruh sekolah negeri di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengungkapkan memang pada 2020 belum ada Madrasah yang digratiskan.

Tetapi ke depan sangat dimungkinkan ada yang dapat diikutkan dalam program tersebut.

Komunikasi dengan pihak sekolah Madrasah akan terus dilakukan.

”Tahun ini memang belum, tapi arahnya juga ke sana, masih dikomunikasikan. Ini Karena terkhusus yang swasta otonominya ada di yayasan, sehingga perlu komunikasi dulu,” tambahnya. (K18-42)