• KANAL BERITA

Modal Asabri Susut Rp 17 Triliun

Diselidiki Tim Gabungan

SM/repro cnbcindonesia.com  -  LAYANI NASABAH : Suasana pelayanan asuransi di Kantor Pusat Asabri, Jakarta, Jumat (17/1). (55)
SM/repro cnbcindonesia.com - LAYANI NASABAH : Suasana pelayanan asuransi di Kantor Pusat Asabri, Jakarta, Jumat (17/1). (55)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan modal PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Persero menyusut tajam dengan nilai fantastis, yakni Rp 17,6 triliun hanya dalam setahun.

Penyusutan modal tersebut kini diselidiki pihak kepolisian. Mahfud mengaku mendapatkan masukan dari beberapa sumber, ada indikasi korupsi di tubuh Asabri.

”Saya bilang modal Asabri itu dalam setahun turun Rp 17,6 triliun. Meski demikian, prajurit, tentara, TNI, dan polisi tidak perlu khawatir, karena uang (di Asabri) tidak habis,” ungkap Mahfud, Jumat (17/1).

Dia menjelaskan lebih lanjut soal pihak mana saja yang tersangkut dugaan korupsi di Asabri.

”Ya biar nanti polisi,” tandas Mahfud.

Terkait bantahan Asabri mengenai dugaan korupsi, dia meresponsnya dengan santai.

Menurutnya, bantahan itu wajar karena memang tidak ada penjahat yang mengaku.

”Itu urusan Asabri, sama kalau orang tidak mengaku, sama kamu juga mencuri, oh kamu mencuri, pasti bilang tidak, nanti dulu biar diperiksa oleh hukum,” jelas Mahfud.

Dia pun meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus dugaan korupsi di Asabri kepada kepolisian.

”Karena dari 940 atau 980 ribu prajurit TNI-Polri (nasabah), itu 600 ribunya Polri,” katanya

Jalur Hukum

Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja membantah tudingan korupsi yang dialamatkan kepada perusahaan asuransi khusus prajurit TNI dan Polri tersebut.

Dia menegaskan, akan menempuh jalur hukum menuntut pihak-pihak yang mengakibatkan kegaduhan.

”Kepada pihak-pihak yang berbicara tentang Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi. Hentikan pendapat, pembicaraan yang tendensius, negatif, dan mengakibatkan kegaduhan. Saya akan menempuh jalur hukum jika masih dilakukan,” ujar Sonny.

Dia menyiratkan, kondisi keuangan Asabri sehat. Dengan demikian, peserta tidak perlu khawatir haknya tak terpenuhi.

”Saya jamin uang peserta yang dikelola di Asabri tidak hilang dan tidak dikorupsi,” katanya singkat.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memprediksi, kerugian negara dari kasus dugaan korupsi di Asabri mencapai Rp 10 triliun-Rp 16 triliun.

Anggota BPK Hary Azhar Azis mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kejagung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terkait penyusutan modal Asabri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan belum memengaruhi atau kondisi keuangan Asabri masih stabil.

Hanya saja, mengenai ada atau tidak penyelewengan hingga penurunan aset karena salah investasi, akan ada proses penangan tersendiri.

”Biar itu berjalan sesuai aturan dan tentu domain hukum bukan di Kementerian BUMN,” ujar Erick.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun angkat bicara.

Luhut meminta Asabri ke depan dikelola oleh orangorang profesional di bidangnya.

”Harus kita tempatkan orang-orang profesional atau TNI profesional bisa juga. Jadi jangan yang tidak mengerti soal saham-saham ini,” kata Luhut.

Dia juga menyatakan prihatin terkait dugaan korupsi di Asabri.

”Saya sangat sedih melihat ini, memang kelihatan ada permainan di situ, memang harus dibenahi. Mereka sudah punya konsep untuk itu. Dalam bulan ini akan segera diserahkan,” kata Luhut.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memerintahkan Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membentuk tim gabungan untuk penyelidikan kasus Asabri.

Idham menjelaskan, tim gabungan itu terdiri atas Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Tim gabungan melakukan langkah-langkah verifikasi dan penyelidikan atas kasus dugaan penyelewengan dana yang diperkirakan merugikan negara Rp 10 triliun-Rp 16 triliun itu.

”Kita baru masuk proses verifikasi penyelidikan, tentu langkah-langkahnya akan kita lihat ke depan. Nanti akan dikerjakan langsung oleh tim yang dipimpin Bapak Kabareskrim,” kata Idham. (D3,ant-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar