Teliti Sengketa Lingkungan, Danial Syah Raih Doktor

SEMARANG - Penelitian mengenai sengketa lingkungan hidup mengantarkan Danial Syah mahasiswa program doktor ilmu hukum (PDIH) Unissula, menyelesaikan studi jenjang S-3. Riset doktoral yang dikerjakannya juga mendapat pengakuan dalam ujian promosi terbuka yang digelar baru-baru ini. Penelitian milik Danial Syah terangkum dalam naskah disertasi berjudul ‘’Rekonstruksi Mediasi Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Berdasarkan Nilai Keadilan Pancasila’’. Pada forum promosi terbuka diundang para pakar dan guru besar penguji mulai dari Prof Dr Gunarto (dekan/ketua sidang), Dr Anis Masdurohatun (ketua program doktor ilmu hukum), Dr Sri Endah W (sekretaris PDIH), Prof Dr Mahmutarom, dan Prof Dr I Gusti Ayu KRH. ‘’Penelitian ini menawarkan konsep penyelesaian permasalahan lingkungan hidup di luar pengadilan. Artinya terdapat upaya mediasi dalam usaha menyelesaikan persoalan lingkungan hidup,’’ tutur Danial Syah. Keinginan itu berupa membuat solusi hukum di luar jalur pengadilan ikut mengacu rekomendasi Kongres ke 9 Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1995 yang menyarankan terdapat upaya mediasi dalam setiap penyelesaian persoalan perdata maupun pidana.

Pidana

Merujuk ketentuan di Indonesia persoalan lingkungan hidup masuk ranah hukum pidana melalui UU 32/ 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Pertimbangan lain dari diusulkannya penyelesaian hukum pidana dengan mediasi adalah pula untuk mengurangi tumpukan perkara di pengadilan. Kendati demikian untuk bisa menjalankan prinsip yang ditawarkan butuh dibuat kebijakan anyar untuk mengatur sanksi hukum berkenaan persoalan lingkungan hidup. Salah satunya juga melalui rekonstruksi atau mengatur ulang ketentuan UU 32/ 2009. Muaranya juga untuk menjadikan undang-undang ini bersifat represif atau sekadar memberikan hukuman melainkan juga memberikan ruang untuk pencegahan (preventif) terhadap upaya penyelamatan lingkungan dan alam. (H41-45 )


Berita Terkait
Komentar