FIKIH WANITA

Memaknai Pergantian Tahun

SAUDARAKU, tanpa kita sadari tahun 2019 telah berlalu dan kita telah memasuki tahun 2020. Waktu yang sudah lewat tidak akan berulang lagi, waktu di mana kita berada tidak dapat kita hindari. Dengan telah terlewatinya tahun 2019, kita wajib bersyukur kepada Allah atas rahman rahim-Nya kita telah diberi kesempatana memasuki tahun 2020.

Hal ini berarti bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk beramal sholeh yang lebih banyak lagi, baik yang bersifat individual maupun ssial, untuk mengisi lorong-lorong kehidupan kita.

Walaupun bersifat alamiah, pergantian waktu merupakan petunjuk akan kebesaran Yang Maha Agung. Hal ini difirmankan oleh Allah dalam surat Ali Imron 190, yang artinya: ìBergantinya malam menjadi siang merupakan tanda kebesaran Allah bagi Ulul Albab,”yakni hamba Allah yang mau berpikir.

Walaupun memiliki dasar perhitungan yang berbeda, kalender masehi (dihitung berdasarkan beredarnya matahari) dan kalender Hijriyah (dihitung berdasarkan beredarnya bulan) pada hakikatnya merupakan milik Allah, Yang mengedarkan bulan dan matahari, bukan milik segolongan manusia atau masyarakat tertentu.

Karena itu, bagi kaum beriman pergantian tahun seharusnya dijadikan sebagai momentum sebagai titik tolak untuk melakukan perubahan kearah yang lebihbaik dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan memasuki tahun 2020, kita harus selalu berusaha lebih baik dari pada kehidupan kita pada tahun sebelumnya.

Dengan bergantinya tahun, apa yang harus kita lakukan supaya kita termasuk golongan yang beruntung tersebut? Sebagai muslim, kita harus berpegang pada firman Allah dalam surat al-Hasyr 18: ìWahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk (kehidupan) hari esuk (yang lebih baik).”Ayat ini memberi petunjuk bahwa dalam titik waktu tertentu (dalam hal ini pergantian tahun) kita harus melakukan evaluasi dan introspeksi diri, melihat kebaikan apa yang belum atau masih kurang maksimal pada kehidupan kita di tahun lalu.

Demikian juga, kita juga harus melihat keburukan apa yang sudah kita lakukan untuk kita koreksi. Selanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi tersebut kita berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan amal baik kita untuk mengisi kehidupan di tahun ini dan seterusnya agar lebih baik.

Sejalan dengan itu, kita juga harus terus berupaya mengurangi menekan keburukan kita agar tidak menodai lembar-lembar kehidupan kita di masa yang akan datang.

Di sinilah perlunya kita melakukan iqroí, membaca. Membaca lembar kehidupan di tahun lalu, membaca tuntunan yang telah digariskan oleh Allah, baik melalui teks maupun kehidupan dan alam.

Kita harus terus-menerus meningkatkan ilmu dan kesadaran kita agar perbaikan hidup yang kita lakukan tidak menyimpang dari ketentuan- Nya. Tentu saja kita tidak boleh lupa selalu berdoa mengharap mendapat bimbingan-Nya.

Keharusan untuk hidup lebih baik ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: ìBarangsiapa yang hariini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia terlaknat, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia merugi, dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia beruntung.” Karena itu, marilah kita berusaha untuk memperbaiki diri agar kita dimasukkan oleh Allah menjadi orang-orang yang beruntung. (Dr Umul Baroroh MAg, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah)


Berita Terkait
Komentar