WANTIMPRES

Habib Luthfi Ingatkan Sejarah Bangsa

SM/Antara  -  DILANTIK  : Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024 membacakan sumpah saat upacara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12). (55)
SM/Antara - DILANTIK : Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024 membacakan sumpah saat upacara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12). (55)

JAKARTA - Habib Luthfi bin Yahya menyatakan mau menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) demi memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara. Dia pun kembali mengingatkan sejarah bangsa kita.

‘’Cuma kita ingat 1945 kita ada di mana, 1947 ada di mana. Nah kita ingin ambil kontribusi untuk negara dan bangsa ini,’’ asal ulama asal Pekalongan, Jawa Tengah tersebut setelah pelantikan anggota Wantimpres di Istana Negara, Jum’at (13/12).

Dia juga mengatakan, pemilihan ini bukanlah hal yang patut dibanggakan, melainkan amanat yang harus dilaksanakan. ‘’Bukan suatu kebanggaan, tapi ini amanat tanggung jawab, bukan sepele. Itu aja.

Kita mensyukuri kalau berhasil, bukan mensyukuri kalau dilantik. Namun mensyukuri, negara bangsa ini mesti percaya. Nah mampu tidak kita menjaga kepercayaan itu,’’ujarnya. Selain Habib Luthfi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga melantik delapan anggota Wantimpres 2019-2024 lainnya.

Meraka adalah Sidharto Danusubroto (PDIP), Wiranto (eks Menko Polhukam/pendiri Hanura), Arifin Panigoro (pengusaha), Agung Laksono (Golkar), Putri Kuswisnu Wardani (pengusaha), Dato Sri Tahir (pengusaha), M Mardiono (PPP/pengusaha), dan Soekarwo (eks Gubernur Jatim).

Beberapa pertimbangan diambil Jokowi dalam memilih para anggota Wantimpres, seperti keahlian di bidang masing-masing. ‘’Ada berkaitan dengan sosial, keagamaan, Habib Luthfi. Ekonomi misalnya Pak Dato Tahir. Berkaitan dengan ekonomi kecil Bu Putri, misalnya. Ini campurcampur,’’ kata Jokowi.

Dari sembilan nama itu, Presiden memilih Wiranto sebagai ketua. ‘’Ini masalah pengalaman, track record. Beliau kan sudah panjang di pemerintahan, TNI, sudah menangani banyak masalah. Ini akan memberikan pertimbangan kepada Presiden,’’ kata Jokowi.

Sejumlah tokoh pengusaha juga ditunjuk, termasuk Dato Sri Tahir. Khusus Dato Sri Tahir, Presiden Jokowi meminta dirinya menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.‘’ Pas dilantik dikasih tahu bahwa kita harus setia menjalankan tugas yang selurus- lurusnya,’’kata Tahir.

Tahir mengaku belum mengetahui akan membawahi bidang apa di Wantimpres. Meski demikian, orang terkaya nomor tujuh di Indonesia ini akan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

‘’Ya kalau investasi Indonesia sekarang lebih baik dari India, hanya mungkin harus dikawal bagaimana asing punya uang jadi rupiah. Itu mungkin yang penting. Kalau cuma niat, kan belum cukup. Namun saya lebih banyak mau mengurusi pengentasan kemiskinan di daerah-daerah.

Itu passion saya,’’ungkap dia. Terkait tokoh-tokoh yang dipilih Jokowi, Ketua DPR Puan Maharani menyebut, kesembilannya sudah mewakili setiap unsur.

‘’Ini hak prerogatif Presiden, kalau saya lihat dari formasi nama-namanya, itu tentu saja mewakili dari unsur-unsur tertentu, misalnya unsur agama, politik, dan ekonomi,’’kata Puan.

Puan berharap, Wantimpres yang ditunjuk bisa memberikan pertimbangan strategis dan konkret kepada Jokowi. ‘’Pertimbangan strategis dan konkret saat dimintai presiden dalam membangun bangsa dan negara,’’tuturnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay berharap, Wantimpres 2019-2024 yang baru dilantik Presiden Joko Widodo, dapat mendukung percepatan realisasi program pembangunan pemerintah.

‘ ’Pelantikan Wantimpres ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program pembangunan yang dijanjikan Presiden Jokowi pada saat kampanye pemilu yang lalu,” kata Saleh.

Wantimpres yang dilantik diharapkan dapat berkontribusi positif dan aktif dalam memberikan masukan dan pertimbangan kepada Presiden. Wantimpres juga diharap tidak hanya sebagai lembaga prestisius tanpa karya, namun kehadirannya haruslah benar-benar terasa dan berguna.

‘’Dari sisi namanya, Wantimpres ini terkesan lembaga besar yang dekat dengan presiden. Tentu sudah semestinya bisa dimanfaatkan oleh presiden dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, ada banyak pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan,’’ ujarnya. Saleh mengatakan, terkait apakah ini dirasakan manfaatnya, silakan masyarakat yang menilai.

Sebagai lembaga publik, Wantimpres tentu boleh saja dikritik, diberi masukan, dan saran. Menurut dia, dari sisi banyaknya pembantu presiden, mulai dari menteri, wakil menteri, juru bicara, kepala staf kepresidenan, sudah semestinya program pembangunan dapat direalisasikan dengan lebih cepat. (ant,dtc-41)


Berita Terkait
Komentar