PANGAN

Enumerator Pegang Peran Penting

SEMARANG - Belasan petugas lapangan yang mengumpulkan data (enumerator) harga , pasokan, dan jaringan distribusi bahan pangan poko mendapat pembekalan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, baru-baru ini.

Kepala dinas tersebut Tri Supriyanto menegaskan, peran enumerator cukup penting. Karena itu, pihaknya ingin agar para petugas tersebut mampu mendata dengan baik.

Pembekalan bertajuk Rapat Koordinasi Pemantauan Distribusi Pangan itu bertujuan meningkatkan kualitas SDM enumerator dalam melakukan pemantauan jaringan distribusi dan rantai pasok pangan di Kota Semarang.

”Saat ini kami memiliki puluhan petugas di setiap kecamatan. Jika dihitung, memang sebenarnya masih kurang. Tapi kami ingin petugas yang ada tetap bisa melakukan tugasnya dengan baik,” terangnya saat diwawancara seusai membuka kegiatan di Hotel NJ Horison, Kota Semarang.

Pada acara tersebut, hadir beberapa narasumber yakni Muktiyo Rini dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Herdini NA dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, dan Sri Wiji Hastuti dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar.

Sri Wiji Hastuti yang biasa disapa Tutut merupakan enumerator terbaik nasional pada 2017. Pada kesempatan kemarin, dia mengungkapkan strategi mendapatkan data di pasar lewat para pedagang. ”Memang menjadi petugas di lapangan tidak bisa misalnya berpakaian resmi atau bertanya dengan bahasa yang kaku. Kita bersikap luwes saja.

Sadari situasi dan kondisi pedagang,” ujar perempuan yang memiliki hobi menyanyi ini. Dia lantas memberi contoh, apabila pedagang tengah sibuk melayani pembeli, tentu tak pantas bila petugas kemudian bertanya soal harga. Akan lebih baik bila enumerator menanti sebentar, hingga pedagang memiliki waktu luang.

Selain itu, yang utama adalah menjalin hubungan baik dengan para pedagang. Sebab, hubungan itu selanjutnya bisa mempermudah petugas dalam bekerja. ”Saya dulu hampir tiap hari datang ke pasar dan berkomunikasi dengan para pasar. Dengan perkenalan itu, kerja saya bisa lebih mudah ke depan,” tambahnya.

Sementara Herdini mengungkap fakta yang menarik bahwa harga sembako seperti beras tak banyak berdampak pada inflasi. Sebaliknya, harga lombok justru sering menjadi penyebab inflasi. Sedangkan Rini memaparkan beberapa program Pemprov yang berkaitan dengan ketahanan pangan. (H35-56)


Berita Terkait
Komentar