Puluhan Pelajar dan LSM Bela HAM

SEMARANG-Puluhan pelajar di Kota Semarang menggelar aksi Kamisan, di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/12). Mereka berorasi dan membacakan puisi, terkait pencegahan pelanggran hak azasi manusia (HAM). Hal itu dilakukan agar pemerintah bisa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM.

”Aksi Kamisan Semarang, merupakan wadah bagi masyarakat, agar peduli terhadap HAM dan prodemokrasi. Sebab masih banyak dijumpai kasus pelanggaran HAM di Jawa Tengah. Hal itu menjadi PR bagi negara, karena kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada masa lalu juga belum tuntas,” ujar orator dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Herdin Pardjoangan.

Menurutnya, jika ada satu orang dilanggar hak azasinya, maka itu merupakan peringatan bagi negara, agar tidak gagal dalam melindungi warganya. Hal itu seperti yang terjadi di Kampung Tambakrejo. Pemerintah berencana akan membuat Kampung Nelayan.

Dampaknya rumah warga banyak yang digusur. Kemudian masih banyak persoalan yang perlu diselesaikan, misalnya kasus warga Papua di Semarang. ”HAM orang Papua diganggu beberapa organisasi masyarakat (Ormas). Hal itu membuat orang Papua di Semarang tidak memiliki ruang untuk berdiskusi dan berkumpul bersama.

Selain itu, ada kasus pencemaran lingkungan, salah satu warga malah ada yang dipenjara saat memperjuangkannya. Adapula kasus kematian mahasiswa Kendari, yang terlibat dalam aksi demo. Pemerintah harus segera menuntaskanya secara hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Kamisan Semarang, Rama Tanto mengatakan, Aksi Kamisan Semarang diikuti dari KP2KKN, Aliansi Mahasiswa Papua, RPI, Walhi Semarang, Tambakrejo, Aliansi Pelajar Semarang, Aliansi Jurnalis Independen Semarang, Pattiro, Gusdurian Semarang dan masih banyak lagi. Aksi dilaksanakan untuk dalam rangka memperingati HAM.

Hal itu bertujuan untuk menginspirasi dalam memperjuangkan HAM. ”Kami menuntut pemerintah agar bisa menuntaskan kasus HAM masa lalu dari 1965 hingga sekarang. Kemudian menuntut kasus intoleransi yang semakin deskriminatif, kasus pembubaran diskusi di kampus, dan masih banyak lagi,” terangnya. (kas-42)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar