Selalu Berinovasi dalam Pelayanan

Lurah Bringin

SM/Moh Khabib Zamzami - FOTO BERSAMA : Lurah Bringin, Bambang Sulistyawan dan pengelola gudang bank sampah "Puspa Nyidra" berfoto bersama juri Lurah Hebat Suara Merdeka, Harinanda dan Firman. (48)
SM/Moh Khabib Zamzami - FOTO BERSAMA : Lurah Bringin, Bambang Sulistyawan dan pengelola gudang bank sampah "Puspa Nyidra" berfoto bersama juri Lurah Hebat Suara Merdeka, Harinanda dan Firman. (48)

Kelurahan Bringin yaang berbatasan dengan Kabupaten Kendal, mempunyai potensi yang dapat dikembangkan untuk menunjang aktivitas masyarakat. Baik di bidang pariwisata, ekonomi, maupun budaya yang dapat menumbuhkan nilai sejarah dan perekonomian sekitar.

Potensi yang memiliki nilai ekonomi dan pariwisata itu yakni Panorama Banjaran di RW 19. Panorama Banjaran menjadi salah satu potensi yang dapat mengangkat usaha mikro kecil untuk mengembangkan usahanya di bidang kuliner dan wisata lokal. Setiap tiga bulan sekali, pada hari Minggu diadakan donor darah yang diselenggarakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Forum Kesehatan Keluarga (FKK), Palang Merah Indonesia (PMI) dan pengelola Panorama Banjaran.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 sampai 12.00 ini menghadirkan aneka kegiatan seperti senam aerobik, pemeriksaan kesehatan gratis hingga wisata kuliner. Musik organ tunggal dapat dinikmati para pengunjung di sana. ”Kegiatan senam hingga donor darah itu merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” tutur Lurah Bringin, Bambang Sulistyawan.

Di samping Germas, pelaku usaha mikro yang memiliki usaha kuliner, aksesoris, pakaian hingga aneka kerajinan dapat menjajakan dagangannya di area Taman Octagon. Di sana terdapat beberapa rumah dan pakaian suku Indian dari Amerika yang bisa digunakan pengunjung secara gratis. A

dapun, potensi wilayah yang memiliki nilai sejarah dan budaya yakni Tradisi Merti Desa atau Sedekah Bumi di wilayah Dukuh Wates Bringin RW 5. Dalam tradisi itu warga menampilkan karnaval atau kirab budaya dengan mengarak gunungan yang berisi hasil bumi seperti buah-buahan, dan sayur mayur.

Puncaknya, pementasan seni wayang kulit semalam suntuk, pada tahun ini mengambil lakon Amartha Binangun yang memiliki makna berdirinya kerajaan Amartha. ”Semula semua kegiatan itu menggunakan dana swadaya. Kemudian, kami usulkan agar dimasukkan ke dalam anggaran kelurahan,” papar suami Utami Budiarti itu.

Memilah Sampah

Di bawah kepemimpinan lurah yang memiliki hobi menyanyi, menanam dan membaca itu, Kelurahan Bringin semakin berkembang pesat. Selain berhasil mempertahankan budaya, Bambang juga menekankan agar para staf kelurahan selalu berinovasi dalam pelayanan.

Pria yang menjabat Lurah Bringin sejak 2017 itu mengenalkan sistem informasi administrasi kelurahan terintegrasi. Dengan menggunakan sistem tersebut masyarakat semakin dimudahkan dalam mengurus permohonan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat pengantar, Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKCK), pengajuan surat keterangan usaha (SKU) serta surat keterangan umum dan kependudukan.

”Misalnya, ada warga yang memiliki usaha kecil ingin meminjam bank tapi tidak punya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kami menyediakan SKU yang dapat dilampirkan untuk pengajuan ke bank. Meningkat lagi menggunakan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), lebih besar lagi menggunakan SIUP dan domisili,” paparnya.

Saat ini, lurah kelahiran Semarang, 23 Maret 1962 itu sedang menggalakkan kegiatan pilah sampah dan donor darah. Di RW 12 terdapat pembuat tas dari bungkus kopi, boneka dari plastik dan ekobrik. (Mohammad Khabib Zamzami-48)


Berita Terkait
Komentar