Giatkan Pelatihan Kewirausahaan

Lurah Kalicari

SM/Eko Fataip - BERIKAN TANAMAN : Camat Pedurungan Kukuh Sudarmanto beserta jajarannya menanam tanaman di sepanjang Jalan Brigjen Sudiarto Pedurungan, belum lama ini. (48)
SM/Eko Fataip - BERIKAN TANAMAN : Camat Pedurungan Kukuh Sudarmanto beserta jajarannya menanam tanaman di sepanjang Jalan Brigjen Sudiarto Pedurungan, belum lama ini. (48)

Seperti kelurahan pada umumnya, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan juga menyimpan potensi, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kelurahan yang dihuni sekitar 9.600 penduduk dengan 60 RT dan 9 RW ini memiliki kampung tematik jajanan tradisonal di RW 3.

”Kampung tematik cukup mendukung keberadaan UMKM dan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Saat ini ada beberapa yang sedang kami galakkan, seperti usaha bandeng presto, serabi, bandeng asap, telor asin, dan lainnya,” kata Lurah Kalicari, Didik Agung Mulyanadi kantornya Jalan Supriyadi Nomor 20 Pedurungan, kemarin. Untuk mendukung dan meningkatkan skala usaha warga, dia tidak jarang mengadakan berbagai pelatihan dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

Program semacam ini, menurutnya, sudah lama berjalan. Hal ini juga sesuai dengan arahan Wali Kota Hendrar Prihadi. Muaranya untuk kesejahteraan masyarakat, terutama warga Kelurahan Kalicari. ”Harapannya mereka lebih termotivasi dan tergerak untuk melakukan inovasi terkait jenis usaha mereka.

Materi yang diajarkan juga menyangkut bagaimana cara memasarkan produk, termasuk dari segi pengemasan, agar memiliki nilai lebih,” ujarnya. Peserta pelatihan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang sudah memiliki usaha. Didik mempersilakan kepada semua warga yang berminat, sekali pun belum memiliki usaha maupun yang masih rintisan.

”Kendala yang dihadapi mereka selama ini kebanyakan terkait pemasaran. Sebagian lagi terkendala masalah daya tahan produk yang dijual. Misalnya, serabi yang tidak bisa bertahan lama. Sementara jenis usaha seperti bandeng dan telur asin itu masih bisa dipasarkan secara online,” imbuh pria kelahiran Blora, 20 Juni 1968 itu.

Lurah yang kini tinggal di Tembalang ini semula ditugaskan di bagian kepegawaian Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada 2000. Selama dua tahun di sana, dia lantas ditempatkan sebagai Kasubag Umum RSUD Kota Semarang/KRMT Wongsonegoro hingga 2015 atau selama 13 tahun.

Setelah dari RSUD, pindah ke Kecamatan Semarang Timur sebagai Kasi Pemerintahan sampai 2016. Kemudian ditugaskan di Badan Perencanaan Pembangunan hingga 2018. Setelah itu baru dilantik menjadi Lurah Kalicari hingga sekarang. ”Semua posisi pekerjaan ada tantangan tersendiri. Sewaktu di Semarang Timur, memerlukan perhatian yang lebih dibanding yang lain.

Kebetulan di sini diuntungkan dengan masyarakat yang lebih mapan,” ujarnya. Menurut Didik, seorang lurah harus mampu menyinergikan kepentingan masyarakat dengan program pemerintah. Warga Kalicari, menurutnya, mudah diajak komunikasi. Mereka antusias jika dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memajukan wilayah tersebut.

”Beberapa kegiatan lain yang sudah kami lakukan di antaranya penanaman pohon. Sesuai arahan pemerintah, setiap rumah kami anjurkan minimal bisa menanam satu pohon keras maupun tanaman sayuran atau buah-buahan. Dengan demikian, ke depannya bisa membuat lingkungan lebih asri dan nyaman,” jelasnya.(Eko Fataip-22)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar