Presiden Jokowi Dinilai sebagai Sosok Pemersatu

SM/The Straits Times : TERIMA ANUGERAH : Presiden Joko Widodo menerima anugerah Asian of The Year 2019 dari The Straits Times Singapura, Kamis (5/12). (55)
SM/The Straits Times : TERIMA ANUGERAH : Presiden Joko Widodo menerima anugerah Asian of The Year 2019 dari The Straits Times Singapura, Kamis (5/12). (55)

SINGAPURA - Harian berbahasa Inggris asal Singapura The Straits Times menobatkan anugerah tokoh berpengaruh se-Asia ”The Straits Times Asian of the Year 2019” kepada Presiden Indonesia Joko Widodo atas peran aktif serta kepemimpinannya dalam menghadapi dinamika geopolitik kawasan. Editor Isu Luar Negeri The Straits Times Jeremy Au Yong mengatakan, pemilihan Joko Widodo sebagai sosok berpengaruh tahun ini telah melalui proses seleksi ketat yang menghabiskan waktu cukup lama.

”Tim seleksi berdebat panjang dan keras demi menentukan siapa yang layak menerima anugerah ini. Namun, keputusan akhir kami final dan tak dapat diragukan lagi bahwa Presiden Joko Widodo layak untuk menerima penghargaan ini karena beliau dinilai banyak pihak sebagai sosok pemersatu daripada pemecah,” jelas Yong.

The Straits Times dalam siaran tertulisnya menjelaskan penghargaan itu akan diserahkan langsung ke Presiden Joko Widodo pada Januari 2020. Anugerah the Straits Times Asian of the Year merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan harian berbahasa Inggris di Singapura itu kepada sejumlah tokoh berpengaruh di wilayah Asia. Sejak 2012, penghargaan itu telah diberikan ke sejumlah tokoh dan kelompok, di antaranya termasuk Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri india Narendra Modi, Perdana Menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew, dan sejumlah kelompok yang bekerja di bidang pengembangan teknologi serta tanggap bencana. Sementara Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya mengungkapkan, penghargaan diberikan karena keberhasilan Jokowi dalam beberapa hal. ”Salah satu capaian dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo di tingkat internasional adalah memimpin disahkannya ASEAN Outlook on Indo-Pacific (Pandangan ASEAN terhadap Indo-Pasifik) sebagai strategi ASEAN dalam menghadapi dinamika geopolitik kawasan. Hal itu menjadikan beliau diakui sebagai sosok yang cekatan dalam menangani isu domestik dan global,” katanya. Tidak hanya itu, menurut Ngurah, anugerah sosok berpengaruh se-Asia itu diberikan oleh The Straits Times ke Presiden RI karena Joko Widodo dianggap sebagai sosok yang bersih dan sederhana. ”Trademark beliau dengan blusukan atau kunjungan mendadak membuat banyak pihak menilai beliau adalah pemimpin yang konsisten dalam merealisasikan berbagai program secara konkret,” tambahnya.

Panca Kerja

Pujian dari sejumlah kalangan pun menghampiri Jokowi. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan penghargaan ini prestisius. Ia menambahkan, anugerah ini untuk mewujudkan Panca Kerja. ”Modal sosial untuk mewujudkan Panca Kerja: pembangunan SDM, infrastruktur, penyederhanaan birokrasi dan regulasi serta transformasi ekonomi untuk meraih Indonesia Maju, empat besar perekonomian terbesar di dunia pada 2045 (China, USA, India, Indonesia). Kita adalah bangsa pemenang!” ujar Fadjroel. Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memberi selamat kepada Jokowi atas anugerah itu. Retno mengatakan penghargaan itu bukti leadership atau kepemimpinan Jokowi diakui oleh dunia. ”Selamat kepada Bapak Presiden Jokowi telah dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 dari Straits Times Singapore,” kata Retno di sela Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 di gedung BDNCC, Nusa Dua, Badung, Bali. ”Ini menunjukkan leadership Indonesia yang diakui tidak hanya di kawasan tapi oleh dunia,” imbuhnya. Pujian pun datang dari Ketua DPP Partai Gerindra. Gerindra mengaku bangga karena penghargaan tersebut dianugerahi oleh media yang mereka anggap memiliki kredibilitas. ”Sebagai bangsa, bagaimana pun kita sangat apresiasi atas penghargaan tersebut. Pak Jokowi adalah presiden kita, kita senang, kita bangga presiden kita mendapat penghargaan dari Straits Times,” kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta. ”Saya tahu itu, koran, sejak zaman itu kredibel, dulu di Malaysia, sekarang di Malaysia ada, di Singapura ada. Jadi kita turut bangga,” sambungnya. Tak lupa, Habiburokhman juga berpesan bahwa penghargaan tersebut harus menjadi suplemen baru bagi Jokowi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Dia memastikan Gerindra akan bersama-sama Jokowi menyelesaikan permasalahan bangsa yang ada. ”Terkait permasalahan, tentu nggak ada negara yang tidak ada permasalahan. Besar, kecil, kita akan coba selesaikan bersama-sama, karena sekarang kita sudah rekonsiliasi, apapun persoalan bangsa kita akan selesaikan bersamasama,” ucapnya. Sementara Jokowi dalam aku media sosialnya @jokowi mengucapkan terima kasih. ”Terima kasih. Ini kehormatan bukan untuk saya semata-mata, tapi untuk Indonesia.” (ant,dtc-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar