Free Food Car Sekolah Relawan

Keliling Jawa Sajikan Makanan Gratis

SM/Saiful Annas : MAKANAN GRATIS : Warga mengambil makanan gratis yang dibagikan para sukarelawan di Alun-alun Kudus, Kamis (5/12). (55)
SM/Saiful Annas : MAKANAN GRATIS : Warga mengambil makanan gratis yang dibagikan para sukarelawan di Alun-alun Kudus, Kamis (5/12). (55)

Jika tidak dipanggil berkali-kali, Joko Suprihadi (45), masih saja enggan mendekati mobil minibus yang parkir di dekat papan baca Alun-alun Kota Kudus, Kamis (5/12). Sudah sekitar sepuluh menit dia mengamati aktivitas di mobil itu.

SEJUMLAH orang datang silih berganti mengambil makanan. Begitu diberitahu jika makanan yang disajikan gratis, Joko pun dengan mantap mempercepat langkahnya mendekati mobil itu. ”Tadinya mau mendekat, tetapi agak ragu,” kata Joko sembari mengambil piring berisi nasi lengkap dengan lauk daging rendang, sayur dan sambal.

Ia kemudian dipersilakan duduk menikmati makanan di meja yang sudah ditata persis di sebelah timur mobil. Tak berapa lama kemudian, sejumlah warga yang lain datang bergabung. Jarum jam menunjuk angka 13.00 WIB. Saatnya jam makan siang tiba. Begitu tahu makanan di mobil itu gratis, warga pun silih berganti datang mengambil makanan. Sebagian memilih membungkus untuk dibawa pulang. Mobil minibus yang membagikan makanan gratis itu dioperasikan sukarelawan yang tergabung dalam Sekolah Relawan. Budi Rahayu (31), koodinator sukarelawan mengatakan, kegiatan berbagi makanan gratis itu menjadi bagian dari program ”Free Food Car” keliling Pulau Jawa yang digagas komunitasnya. Budi mengatakan, Sekolah Relawan adalah lembaga kemanusiaan yang berfokus pada edukasi kerelawanan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi. Komunitas ini memiliki kantor di Depok, Jawa Barat. ”Sebelum di Kudus, kemarin kami di Demak. Besok (hari ini-Red) rencananya kami akan bergeser ke Blora. Di setiap titik kami membagikan seratus porsi makanan gratis. Biasanya kami buka pelayanan saat jam makan siang,” katanya. Budi melibatkan sukarelawan lokal untuk menggelar kegiatan itu. Sebelum tiba di Kudus, dia sudah menghubungi Suhendar, sukarelawan di Kudus.

Suhendar dan rekan-rekannya lah yang menyiapkan pemesanan makanan siap saji. ”Ketika mobil kami datang, makanan tinggal kami tata untuk disajikan secara gratis kepada warga, khususnya untuk dhuafa dan musafir,” katanya.

Dikira Kampanye

Program bagi-bagi makanan keliling Jawa itu selalu berjalan lancar. Namun, tak sedikit yang mencurigai aktivitas anakanak muda itu. Kegiatan sosial itu kerap dikaitkan dengan kegiatan politik, terutama pada Pemilu lalu. ”Kami pernah dikira kampanye dari partai politik tertentu, atau dari calon presiden tertentu, sehingga warga yang tidak separtai atau pendukung capres enggan ke sini. Setelah kami jelaskan, ada yang memahami, tapi masih ada juga yang mencurigai,” katanya. Budi mengatakan, makanan gratis itu berasal dari uang donasi yang dikumpulkan dari para donatur. ”Kegiatan ini selain untuk membantu masyarakat juga untuk memperluas jaringan, sekaligus menyambangi relawan kami di daerah. Selain di Jawa, kami saat ini juga menggelar program yang sama, yakni road to kabupaten di Bengkulu, Sumatera,” katanya. (Saiful Annas-30)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar