Rubicon Jadi Mobil Dinas Bupati Karanganyar

SM/dok  -  BERINTERAKSI : Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng berinteraksi dengan mahasiswa di FIB Undip, kemarin. (55)
SM/dok - BERINTERAKSI : Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng berinteraksi dengan mahasiswa di FIB Undip, kemarin. (55)

KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono akan segera ganti mobil dinas. Akhir tahun ini mobil dinas mewah Rubicon seharga sekitar Rp 2 miliar bakal datang. Pengadaan kendaraan itu dianggarkan pada APBD Perubahan 2019 dan bisa dilaksanakan dengan harga penawaran terendah Rp 1,9 miliar.

”Saya lupa nama pesertanya, tapi dari Jakarta. Mobil itu memang tidak ada perusahaan pengadaannya di Solo dan adanya di Jakarta. Itu pun tidak banyak. Pembelinya sedikit karena harga yang mahal,” kata Dwi Cahyono, Ketua ULP (Unit Lelang dan Pengadaan).

Pengadaan mobil itu dinilai masih sesuai dengan aturan yang hanya menyebut mobil dinas Bupati harus bermesin maksimal 2.500 CC. Dan Rubicon, disebut memiliki mesin 2.000 CC, sehingga masih di bawah ketentuan.

Pelaksana tugas Kepala Badan Keuangan (BKD) Narimo membenarkan pengadaan mobil dinas tersebut. ”Pengadaannya bareng dengan pengadaan dua mobil Fortuner untuk pimpinan DPRD. Satu untuk Ketua DPRD dan satu untuk wakil.

Semuanya sudah selesai lelang, tanggal 20-an Desember ini barangnya datang di Karanganyar,” kata dia. Narimo juga mengatakan, usulan pembelian mobil dinas baru tersebut bukan dari Bupati.

Dia menegaskan, usulan muncul dalam pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan DPRD Karanganyar. ”Bukan (usulan dari Bupati). Itu dibahas TAPD bersama DPRD,” jelasnya.

Tidak Menolak

Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Bagus Selo mengaku kaget saat tahu kendaraan dinas Bupati yang baru ternyata Rubicon. ”Saya kira pengadaan mobil itu ya mobil dinas biasa seperti Innova.

Sebab memang di penganggarannya atau di APBD Perubahan 2019 cuma disebut untuk pengadaan mobil. Lha kok ternyata Rubicon untuk Bupati,” kata dia. Bagus mengaku karena sudah selesai prosesnya dan mobilnya tinggal datang, maka pihaknya tidak bisa apa-apa lagi sebab tidak mungkin dibatalkan.

Sedangkan mantan Ketua DPRD Sumanto yang juga Ketua Badan Anggaran pada 2018 mengatakan, rincian APBD itu memang dari eksekutif, yang diketuai Sekda. Karena itu DPRD sendiri waktu itu tidak mengira jika ternyata mobil yang dibeli Rubicon. ”Tanyakan ke Sekda bagaimana bisa.

Yang jelas waktu itu di RKA (Rencana Kegiatan Anggaran) memang tidak disebutkan mereknya sehingga DPRD waktu itu meloloskan sebab kebutuhan mobil dinas di Karanganyar memang banyak,” ungkapnya. Juliyatmono kepada wartawan mengatakan tidak menolak dan akan memakai mobil dinas baru itu.

Soal kemungkinan menimbulkan pro dan kontra, Juliyatmono tidak mempermasalahkan. Dia tetap akan melaksanakan pekerjaan dengan baik. ”Karena sudah selesai (lelang), ya dipakai dong. Siapapun nyinyir enggak apa-apa, yang penting saya bekerja dengan baik. Kalau disediakan ya terima kasih,” ujarnya.

Dia juga menampik jika mobil dinas baru itu adalah usulan dirinya. ”Saya kan hanya memakai,” tambahnya. Ia menegaskan sejak dulu tidak pernah meminta apapun untuk kepentingan dirinya. Fasilitas apapun yang didapat akan dia pakai. ”Saya itu tidak pernah neko-neko.

Saya kan sebenarnya punya hak, tapi tidak saya pakai sejak dulu. Saya kendaraan apapun oke-oke saja. Fasilitas tidak pernah saya ributkan. Saya apa adanya, wong ndeso,” ujarnya. Sementara soal mobil dinas lama yang berjenis Fortuner, menurutnya tetap akan dimanfaatkan. ”(Mobil lama) masih dipakai, bisa untuk tamu,” ujarnya. (an,dtc-56)


Berita Terkait
Komentar