Vespa Affinis, Tawon yang Mematikan

Oleh Anies

AKHIR-AKHIR ini banyak diberitakan, sejenis tawon tertentu telah menyerang warga, bahkan menyebabkan kematian. Tawon ini menjadi berbahaya jika menyerang secara berkelompok.

Tawon tersebut dikenal dengan nama ilmiah Vespa affinis. Disebut juga lesser banded hornet oleh para ilmuwan, karena perutnya ada lingkaran kuning hitam. Nama lokalnya adalah tawon ndhas.

Diberitakan, dua warga di Klaten, Jawa Tengah, disengat tawon tersebut, Sementara, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mencatat, selama 2017 telah memusnahkan 217 titik lokasi sarang tawon dan menimbulkan tujuh korban. Kemudian pada 2018 ada 207 titik lokasi sarang tawon dan tahun ini ada 236 titik lokasi sarang tawon.

Dinas Pemadam Kebakaran Surakarta juga mencatat, Januari- November 2019, sebanyak 183 sarang tawon ini dimusnahkan di Solo, Jawa Tengah. Berdasarkan data tercatat pula, tawon Vespa affinis bersarang di beberapa kecamatan di Kabupaten Kudus. Kecamatan Jekulo, Jati, Kaliwungu, Bae, dan Kudus Kota telah dihinggapi sarang tawon tersebut. Pada November saja ada 14 sarang tawon yang dimusnahkan.

Bukan hanya itu. Belakangan ini, tawon ndhas tersebut ditemukan pula di Jakarta. Petugas Suku Dinas (Sudin) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur telah mengevakuasi sarang tawon jenis ini di sebuah pohon, Jalan Cilingup Indah, Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa bulan lalu. Tawon Vespa affinis mempunyai racun sengat sehingga orang yang menerima sengatan cukup banyak dapat mengalami kematian. Apabila sengatan cukup banyak dan orangnya sensitif atau alergi racun (venom) sengat, tidak akan lama bertahan hidup.

Tawon ini bukanlah tawon madu, melainkan lebah predator. Dia memiliki kemampuan untuk memasukkan racunnya ke tubuh manusia. Ada dosis kecil, jika satudua tawon yang menyengat, serta dosis tinggi jika tawon yang menyengat berjumlah banyak dan bisa menyebabkan hiperalergi.

Ciri-ciri

Ciri-ciri Vespa affinis ini mempunyai ukuran tubuh sepanjang kurang lebih tiga sentimeter untuk ratunya dan 2,6 sentimeter pejantannya. Tawon pekerja berukuran 2,2- 2,5 sentimeter. Warna didominasi hitam dengan gelang warna kuning atau oranye pada bagian perutnya.

Saat ratu tawon membuat koloni baru akan terbentuk sarang baru untuk menampung larva. Satu koloni bisa lebih dari satu ratu sehingga terus bertambah. Sarang mereka berbentuk oval seperti buah menggantung.

Jika hanya satu atau dua ekor tawon yang menyengat, sengatan tidak akan terlalu berbahaya. Tawon jenis ini menjadi berbahaya ketika menyerang secara berkelompok.

Korban sengatan biasanya tidak sampai meninggal, melainkan mengalami alergi dengan gejala bengkak. Bengkak tersebut dapat ditangani dengan cara kompres es atau obat-obatan antihistamin serta kortikosteroid. Namun jika tak ditangani selama 1x24 jam atau yang menyerang dalam jumlah banyak, hiperalergi berlanjut menjadi anafilaksis atau reaksi alergi berat yang dapat menimbulkan risiko sistemik atau merusak organ tubuh.

Penanganan kepada penderita harus cepat. Apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat, sengatan dapat merusak organ tubuh seperti edema paru akut dan gagal ginjal dalam hitungan hari. Edema paru akut merupakan kondisi adanya penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas. Sementara, gagal ginjal akut dapat terjadi dan mengakibatkan fungsi ginjal menurun secara drastis.

Mematikan

Hal yang perlu dimengerti, tawon ini mempunyai kemampuan memanggil kawanannya untuk melakukan serangan balik. Sebagaimana diketahui, tawon ini sangat berbahaya dan mampu mematikan manusia dalam sekejap. Apabila sengatan cukup banyak dan orangnya sensitif atau alergi terhadap racun sengat, tidak akan lama bertahan hidup.

Tawon ini bahkan mengeluarkan zat kimia feromon yang mengundang tawon-tawon lain dalam satu koloni untuk ikut menyengat. Lebih lanjut, satu tawon bisa menyengat beberapa kali, berbeda dengan lebah madu yang hanya bisa menyengat satu kali.

Biasanya satu individu yang menyengat pertama mengeluarkan feromon berbahaya untuk mengundang tawon lain dari satu koloni untuk ikut menyengat bersamasama. Pada hakikatnya, sengatan dan racun sengatnya digunakan sebagai bentuk pertahanan diri ketika individu dan koloni terganggu atau diserang.

Tawon tidak pernah menyerang duluan. Dalam satu koloni atau satu sarang bisa berjumlah ratusan hingga ribuan tawon. Pada dosis kecil ketika disengat satu atau dua ekor tawon, racun Vespa affinis hanya akan menimbulkan alergi biasa dengan gejala bengkak. Jika yang menyengat banyak, maka bisa menyebabkan hieperalergi. Apabila tidak ditangani akan mengakibatkan reaksi alergi berat. Apabila jumlah sengatan cukup banyak, akibatnya bisa fatal. Sengatan pertama, satu tawon akan mengeluarkan feromon atau senyawa untuk merangsang teman-temannya ikut menyerang. Sengatan pertama tersebut bisa berubah jadi serangan koloni yang mematikan.

Memindahkan

Upaya pemberantasan tawon dengan berbagai cara seperti dibakar sangat tidak dianjurkan. Hal ini akan mengganggu sistem ekologis. Lebih baik diupayakan untuk memindahkannya ke tempat yang aman.

Pada saat secara tidak sengaja kita menyentuh sarang tawon dan membuat tawon-tawon tersebut menyerang, berusahalah tenang. Jangan mengepak-ngepakkan tangan secara sembarangan untuk mengusirnya, karena ini justru membuat mereka merasa semakin terancam. Menjauhlah secara perlahan dari radius sekitar tiga meter, jauh lebih efektif dibandingkan mengepakkan, melambaikan tangan ataupun memukulnya.

Walaupun cukup berbahaya, sarang tawon ndhas dapat dipindahkan secara aman jika dilakukan dengan benar. Beberapa alat yang perlu disiapkan antara lain kantong plastik bening agak tebal, pisau dapur, kapas, dan cairan etil asetat untuk membuat tawon dalam kondisi pingsan. Masyarakat dapat meminta bantuan petugas untuk mengurangi segala risiko yang ada. Jika warga melihat sarang tawon di suatu wilayah, sebaiknya segera melapor ke kantor pemadam kebakaran terdekat. (40)

Prof Dr dr Anies MKes PKK, guru besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar