TAJUK RENCANA

Relevansi Target dalam SEA Games

SEA Games Ke-30 sedang berlangsung di Filipina. Kontingen Indonesia yang akan diterjunkan dalam pesta olahraga dua tahunan tersebut untuk sementara berada di peringkat keempat klasemen. Saat menerima para atlet yang berpamitan, Presiden Joko Widodo menargetkan agar Pasukan Merah Putih mampu bertengger dalam posisi dua besar. Apa yang yang diharapkan Presiden itu direspons oleh pimpinan kontingen. Target yang semula 45 medali emas pun direvisi menjadi 60 medali emas.

Bila sasaran tersebut tercapai, diperkirakan Indonesia akan mampu menembus peringkat kedua. Bila prestasi dalam Asian Games 2018 jadi rujukan, permintaan Presiden itu terasa rendah. Dibandingkan di antara negara-negara Asia Tenggara, saat itu peringkat Indonesia paling tinggi. Bahkan secara umum kita berhasil masuk empat besar. Suatu prestasi yang luar biasa. Melesat jauh di atas target yang sebelumnya dicanangkan pemerintah. Saat itu harapannya ‘’hanya’’ menembus 10 besar Asia.

Setelah Asian Games, seiring perjalanan waktu, dinamika persaingan mungkin juga telah berubah. Yang juga perlu digarisbawahi, negeri ini menjadi tuan rumah dalam Asian Games 2018. Status tersebut tidak bisa dikecualikan. Paling tidak para atlet kita lebih mengenal medan. Atmosfer pertandingan juga menguntungkan karena mereka bertanding di depan para pendukungnya. Seakan tambahan energi bisa diperoleh. Dalam SEA Games 2019, kontingen kita berlaga di negeri orang.

Tidak bisa dimungkiri, tuan rumah punya hak untuk mempertandingkan cabang-cabang olahraga yang lebih mereka kuasai. Di sisi lain, jenis olahraga yang dimainkan publik terus bertambah. Efeknya, suatu pesta olahraga juga menjadi ajang diplomasi untuk memasukkan cabang-cabang olahraga yang dianggap baru atau relatif belum populer. Bahkan kali ini panitia penyelenggara mempertandingkan cabang olahraga terbanyak sepanjang sejarah SEA Games, yaitu 56 jenis.

Dari jumlah itu, 15 di antaranya adalah cabang-cabang yang baru dipertandingkan pada SEA Games XXX, seperti antara lain kurash, e-sport, netball, sambo, wakeboarding, hoki dalam air, selancar, dan jiu-jitsu. Karena itu, jumlah atlet yang dikirim suatu negara sebenarnya juga perlu diapresiasi. Bahkan jumlah cabang olahraga yang diikuti sebenarnya bisa dianggap sebagai ukuran prestasi. Paling tidak dari sisi organisasi, karena adanya kemampuan mengakomodasi dinamika keolahragaan publik.

Tetapi, para atlet membawa nama bangsa sehingga diharapkan mereka juga mencatat hasil yang baik. Di sisi lain, SEA Games sebenarnya adalah juga kesempatan untuk mengasah jam terbang. Ada ajang yang lebih prestisius, seperti Asian Games dan Olimpiade. Persoalan relevansi target SEA Games menjadi pelik. Idealnya target sejak awal relevan dengan misi kontingen. Kali ini, Indonesia sudah menetapkan SEA Games sebagai ajang regenerasi pembinaan sehingga yang dikirim lebih banyak atlet muda.


Berita Terkait
Komentar