Alokasi Gas Melon Ditambah 5.600 Tabung

Program Konversi bagi Nelayan

SM/Modesta Fiska - BERALIH KE GAS: Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu dan perwakilan Kementerian ESDM naik kapal nelayan yang sudah beralih dari menggunakan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas di TPI Mangunharjo, Tugu, Senin (2/12). (42)
SM/Modesta Fiska - BERALIH KE GAS: Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu dan perwakilan Kementerian ESDM naik kapal nelayan yang sudah beralih dari menggunakan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas di TPI Mangunharjo, Tugu, Senin (2/12). (42)

SEMARANG - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV menambah alokasi gas subsidi tiga kilogram dua kali lipat lebih di pangkalan yang berlokasi di wilayah pesisir pantai untuk program konversi BBM ke bahan bakar gas kepada para nelayan sasaran di Kota Semarang.

Sales Branch Manager Pertamina MOR IV wilayah Kota dan Kabupaten Semarang, Alam Kanda mengungkapkan, dengan paket konversi untuk 556 nelayan sasaran yang sudah memenuhi kriteria, Pertamina akan terus memastikan kebutuhan elpiji 3 kg ini bisa memenuhi kebutuhan tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga untuk keperluan rumah tangga.

Sebelum program pemerintah ini diluncurkan di Kota Semarang, alokasi yang biasanya diberikan hanya berkisar 2.100 tabung akan ditambah sebanyak 5.600 tabung. ”Kami akan selalu berkoordinasi untuk memonitor kondisi di lapangan, kalau ada kendala dan membutuhkan pasokan kami akan tambah alokasinya,” ujar Alam, kemarin.

Diinformasikan Kementerian ESDM bahwa satu nelayan rata-rata membutuhkan sekitar 10 tabung per bulan. Setiap tabung 3 kilogram ini bisa menggantikan lebih kurang tujuh liter bensin.

Dengan penambahan pasokan di pangkalan pesisir pantai tentunya akan memudahkan para nelayan yang memiliki kapal berukuran di bawah 5 gross tonnage (GT) dengan daya mesin di bawah 13 horse power (HP) bisa mengambil tabung gas dengan mudah. Pembelian elpiji ke pangkalan ini dilakukan seperti biasa, nanti hanya akan dicatat bahwa itu untuk kebutuhan nelayan.

Tidak perlu kartu nelayan atau semacam kartu kendali untuk bisa mendapatkan elpiji tersebut. Dengan penghematan itu, nelayan bisa menabung karena biaya operasional dari bahan bakar bisa ditekan. ”Kalau harga sesuai HET-nya Rp 15.500 dan nelayan nanti tidak membutuhkan semacam kartu kendali untuk bisa mendapatkannya,” paparnya.

Tahun depan ditargetkan 40 ribu unit paket konversi targetnya akan dibagikan di seluruh Indonesia namun Sekretaris Ditjen Migas Iwan Prasetya Adhi sendiri belum bisa memastikan apakah Kota Semarang akan kembali mendapatkan alokasi program ini atau tidak.(J14-22)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar