Ngaji Nom-noman: Cara Mudah Pecahkan Masalah

SM/Agus Toto  -  RAMAIAKAN CFD : Para penari sufi meramaikan kegiatan Ajar Ngaji Nom-noman yang diadakan setiap bulan sekali. Kegiatan tersebut digelar Suara Merdeka Network bekerja sama dengan Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman (MRB), dan Masjid Agung Semarang (Kauman), di area CFD, Minggu (1/12). (55)
SM/Agus Toto - RAMAIAKAN CFD : Para penari sufi meramaikan kegiatan Ajar Ngaji Nom-noman yang diadakan setiap bulan sekali. Kegiatan tersebut digelar Suara Merdeka Network bekerja sama dengan Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman (MRB), dan Masjid Agung Semarang (Kauman), di area CFD, Minggu (1/12). (55)

PAGI itu, Minggu (1/12) pukul 06.00 ada lima orang mengenakan busana tari sufi menari-nari di jalan depan Masjid Baiturrahman Semarang. Sambil diiringi alunan musik dan shalawat, mereka berputar melawan arah jarum jam. Kaki kiri sebagai poros putaran dan kaki kanan yang melakukan putaran.

Tak hanya itu, gerakan tanganya hanya mengarahkan telapak tangan kanan ke atas, serta tangan kiri menghadap ke bawah. Adapun warna busana yang dikenakan para penari sufi itu beragam. Ada yang berwarna hitam, biru, kuning, merah dan hijau. Hal itu membuat tarian lebih indah. Acara itu pun menjadi magnit pengunjung Car Free Day (CFD).

Mereka mendekat untuk mengabadikan tarian sufi lewat telepon genggam. Tak hanya itu, pengunjung yang datang juga bisa melakukan konsultasi terkait permasalahan hidup. “Kenapa para penari sufi itu nari ‘’kayak kitiran’’ namun kepala tidak pusing?. Inilah sebagai prolog dalam kegiatan Ajar Ngaji Nomnoman yang dilakukan setiap bulan sekali.

Hal ini bertujuan untuk memberikan wadah konsultasi permasalahan apapun dalam hidup. Kegiatan ini merupakan pertama kali dan didukung oleh Suara Merdeka,” ujar KH Multazam saat memandu acara Ajar Ngaji Nomnoman di CFD Simpanglima. Dalam acara itu, selain pertunjukan tari sufi juga ada konsultasi spiritual.

Tujuanya agar selain memiliki jasmani yang sehat tapi rohani juga sehat. Salah satunya dengan memberikan solusi dalam persoalan hidup. Konsultasi disampaikan oleh ustad dan ustadzah yang hafal Alquran. Supaya dalam hal ngaji bisa lebih baik dan hati lebih tenang. ‘’Termasuk memberikan konsultasi jika anak susah diatur.

Ada pula konsultasi sulit cari jodoh dan masih banyak lagi. Maka dari itu, setiap bulan sekali Suara Merdeka Network bekerja sama dengan Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman (MRB), dan Masjid Agung Semarang (Kauman) mengadakan Ajar Ngaji Nomnoman,” imbuhnya. Acara berlangsung seusai shalat Subuh berjamaah, tausiyah, dan shalat Isyraq.

Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan Ajar Ngaji Nomnoman hasil kerja sama Suara Merdeka Network dengan tiga masjid. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Pemimpin Redaksi Suara MerdekaAgus Toto Widiatmoko dan Triyanto Triwikromo, Pemimpin Redaksi suaramerdeka. com, Setiawan Hendra Kelana serta Direktur Sales dan Marketing Bambang Pulunggono.

Lagu Religi

Selain itu, di depan Masjid Raya Baiturrahman dibuka stand dengan menghadirkan kiai dan ustad. Warga yang menikmati CFD di seputar Simpanglima bisa berkonsultasi mengenai berbagai masalah dengan para kiai dan ustad. Untuk memeriahkan suasana, dilantunkan juga lagu-lagu religi dan tari sufi.

Sementara itu, pengisi tausiyah Dr H In’ammuzzahidin MAmengatakan, manusia dinilai masih sering mengedepankan logika dibandingkan upaya batin dengan mengutamakan Allah. Padahal pada salah satu ayat dalam Surat Alfatihah ditegaskan agar manusia beribadah atau menyembah terlebih dulu pada Allah, baru kemudian melakukan ikhtiar.

“Seringkali yang terjadi, manusia menggunakan logikanya sendiri. Pakai berbagai strategi pemasaran, tapi hasilnya tidak memuaskan,’’kata Dr H In’ammuzzahidin MAdalam tausiyahnya seusai shalat Subuh berjamaah. Tampil sebagai imam dalam shalat Subuh berjamaah, Ketua I Takmir Masjid Raya Baiturrahman, KH Anasom.

Usai tausiyah dilanjutkan dengan shalat sunah Isyraq yang menurut riwayat pahalanya seperti berhaji dan umroh. Menurut Gus In’am, ada baiknya sebelum memutuskan sesuatu, diawali dengan istikharah. ‘’Kalau ada masalah pasrahkan pada Allah,’’tandas dia. Gus In’am juga menceritakan kisah Bilal, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW.

Nabi mendengar suara terompah/sendal Bilal, sementara sahabat Rasul tersebut masih hidup. Akhrinya Nabi bertanya, amalan apa yang dilakukan Bilal hingga seperti itu. “Ternyata bilal selalu menjaga wudhu dan shalat sunah setelah wudhu. Setiap habis wudhu, selalu dilanjut shalat setelah wudhu,” terangnya. (Pamungkas SA-64)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar