Membincang Tren Muslimah Fashionable

SM/Moh Khabib Zamzami  -  SAMPAIKAN PAPARAN : Desainer Muslimah Semarang Ina Priyono menyampaikan paparan tentang pakaian muslim yang baik dalam Muslimah Fashionable dalam talkshow bertajuk “Muslimah Fashionable” di Aula MAJT, Minggu (1/12). (55)
SM/Moh Khabib Zamzami - SAMPAIKAN PAPARAN : Desainer Muslimah Semarang Ina Priyono menyampaikan paparan tentang pakaian muslim yang baik dalam Muslimah Fashionable dalam talkshow bertajuk “Muslimah Fashionable” di Aula MAJT, Minggu (1/12). (55)

HIJAB kini makin diminati. Tak hanya berfungsi untuk menutup aurat, hijab sudah melekat menjadi gaya hidup. Hijabpun menjadi tren fashion tersendiri. Meski positif, para muslimah sebaiknya juga memerhatikan kaidah dasar perintah Allah dalam menutup aurat ini.

“Meskipun berkerudung dan menutup aurat, perempuan juga harus tetap modis dan fashionable,” tutur desainer muslimah Semarang, Ina Priyono dalam talkshow bertajuk “Muslimah Fashionable” di aula MAJT, Minggu (1/12). Fenomena fashion hijab tidak hanya tren di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Fenomena fashion hijab telah diamati oleh pelaku bisnis industri dan mendorong mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri syariah global.

Salah satu alasannya karena Indonesia merupakan salah satu penduduk muslim terbesar di dunia. “Busana muslimah Indonesia mulai diterima dunia,” sambungnya. Di Indonesia, istilah hijab sering diidentikkan dengan fashion hijab yaitu gaya seorang muslimah dalam mempadupadankan busana muslim dan mengkreasikan kain kerudung.

Meski demikian, sebaiknya para ‘hijabers’ tetap mengindahkan beberapa syariat Islam dalam menutup auratnya. Namun demikian, bukan berarti seorang muslimah dilarang untuk menggunakan pakaian yang modis. Pakaian yang fashionable tidak harus ketat, menggunakan pakaian longgar pun tetap dapat terlihat cantik.

Terpenting, pakaian itu tetap harus menjaga aurat, seperti rambut, bagian dada dan kaki kecuali muka dan telapak tangan. Bajunya tidak ketat, tidak mengundang nafsu lawan jenis serta menggunakan warna yang tidak mencolok.

Sesuai Syariat

Sementara itu, pengasuh PP Nurul Hidayah, Dr H In’amuzahidin mengemukakan ada prinsip-prinsip umum yang harus dipegang seorang muslimah dalam mengekspresikan estetika fashionnya.

Pakaian itu harus menutup auratnya, jangan sampai dia memakai pakaian tetapi hakikatnya tidak memakai pakaian. Substansi dari memakai pakaian adalah bagaimana menutup aurat. Jangan sampai pakaian yang fashionable tapi justru menimbulkan fitnah.

Selanjutnya bagaimana agar muslimah selain berpakaian yang pantas sekaligus mendapatkan pahala. “Sehingga, bisa memadamkan fitnahnya para lelaki dalam pandangannya,” imbuhnya. Sebagian ulama berbeda pendapat soal apakah wajah termasuk aurat atau tidak. Oleh karena itu, timbul cara berpakaian yang berbeda.

Menutup aurat merupakan kewajiban bagi umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Menutup aurat merupakan ibadah dan bentuk ketaatan. Namun, menutup aurat tidak sekedar menutup aurat, Allah telah mengatur agar umat Islam dapat melaksanakannya dengan benar.

“Jadikan niat menutup aurat semata-mata karena Allah, bukan karena mengikuti fashion atau apapun,” paparnya. Islam juga telah jelas melarang muslimah untuk bertabarruj atau memamerkan kecantikan secara berlebihan seperti memakai make up secara berlebihan, berpakaian ketat hingga menampakkan lekuk tubuh.

Berpakaian glamour dan mewah juga dilarang oleh Allah karena dapat mengantarkan manusia ke dalam sifat sombong. Dalam hadits riwayat Imam Asy-Syaukani dalam kitab Riyadlus Shalihin disebutkan pakaian yang dilarang yakni pakaian yang memiliki warna menyelisihi pakaian pada umumnya.

“Sehingga manusia mengangkat pandangan untuk melihatnya sehingga dia berbangga terhadap orang lain dengan ujub (tinggi hati) dan sombong.” Hadir dalam acara tersebut, redaktur suaramerdeka.com, Setiawan Hendra Kelana, Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo, Senior Manajer HRD, Hudawi dan Wakil Direktur Sales dan Komunikasi, Agustina Purbandini. (Moh Kabib Z-64)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar