Tantangan Pendidikan Agama Membangun Karakter Bangsa

Oleh Muta’alimah

"Pendidikan agama menjadi napas terwujudnya karakter bangsa yang baik dan mulia di mata Tuhan, dan manusia"

PEMBENTUKAN karakter manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya religiusitas/ beragama, semangat nasionalisme yang dimiliki, lingkungan, dan potensi yang ada dalam diri seseorang.

Keempat faktor tersebut sangat mungkin diterapkan pada peserta didik di sekolah atau madrasah. Pendidikan agama mengajarkan semua itu dengan penanaman keimanan sejak dini, sehingga akan memengaruhi perilaku atau akhlak yang baik.

Semangat mencintai Tanah Air sejak belia juga diajarkan dalam agama, misalnya hubbu al wathan min al-iman (cinta Tanah Air sebagian dari iman). Memilih lingkungan yang kondusif agar terbentuk karakter bangsa dan karakter genearasi penerus yang baik juga diarahkan oleh agama termasuk memilih madrasah/sekolah yang berbasis agama.

Setidaknya ada lima nilai karakter dalam Kurikilum 2013, yakni religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan intergritas. Integritas menyangkut semua nilai karakter yang baik demi terwujudnya budi pekerti bangsa beradab dan bermartabat.

Inilah karakter bangsa yang harus dijaga, dan ini menjadi tantangan pembelajaran pendidikan agama. Jika karakter rakyat baik maka akan kokoh dan harum sebuah negara di dunia. Begitu pula sebaliknya jika karakter rakyat sebuah negara buruk maka dan mudah hancur sebuah negara itu.

Terarah

Melalui pendidikan agama, karakter bangsa akan terarah dan mulia karena agama merupakan pondasi tegaknya keimanan dan akhlak mulia. Oleh karena itu, pendidikan agama menjadi napas terwujudnya karakter bangsa yang baik dan mulia di mata Tuhan, dan manusia.

Selain melalui pengetahuan- pengetahuan agama sebagaimana tersebut di atas, masih banyak lagi cara-cara bagi dunia pendidikan dalam mewujudkan karakter peserta didik di antaranya dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Misalnya, kajian ilmiah, kesenian, olahraga, termasuk kegiatan Pramuka.

Semua itu diarahkan sesuai dengan ajaran agama, waktu shalat tepat waktu (jika memungkinkan lebih baik berjamaah), berkesenian yang tidak menyimpang dari ajaran agama, membiasakan bershalawat, cara berpakaian dalam olahraga di ruang terbuka tentunya menutup aurat, kegiatan seharian yang tidak lupa membaca Alquran, kajian ilmiah yang mengarah pada penguatan keimanan kepada Allah Swt, cinta Rasulullah Saw, wisata religi, dan seterusnya.

Intinya, pendidikan agama sebagai napas karakter bangsa harus ditanamkan sejak dini kepada anak bangsa. Untuk mendidik generasi yang memiliki karakter kuat butuh proses panjang dan berkelanjutan. Dan, itu semua adalah tugas kita bersama. (34)

Muta’alimah SAg MSI, guru agama Islam/akidah akhlak MTs Negeri 1 Semarang.


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar