Sega Jamblang Warisan Budaya

Bagi yang suka menjelajahi kuliner nusantara, bisa mencoba Sega Jamblang. Ini merupakan makanan khas Cirebon, yang sudah berumur sekiar 120 tahun. Nama sega jamblang berasal dari desa di sebelah barat Kabupaten Cirebon, yakni desa Jamblang, Jamblang, Cirebon.

Walaupun bernama sega jamblang, makanan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pohon atau buah jamblang. Makanan ini dibungkus dengan daun jati. Meski unik, cara memasaknya mudah. Lauknya seperti yang ada di tumpeng. Karenanya, memasak Sega Jamblang bisa dilakukan di rumah. Seperti Lidiyah Ayu Ningrum, mahasiswi semester 5, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes. Dia berasal dari Cirebon, saat rindu keluarga, dia membuat Sega Jamblang di rumah indekostnya di Gunungpati. Bermodal, bahan seadanya, dia mencoba memasak lauk seadanya. “Nenek, tante, bude dan ibu saya, sering memasak Sega Jamblang, seolah menjadi resep turun-temurun, Sega Jamblang bahkan menjadi menu favorit keluarga, setelah opor ayam pada saat lebaran tiba”, ujar Lidiyah.

Sega Jamblang menjadi sangat enak, jika disajikan bersama dengan berbagai lauk. Cirikhas makanan ini, yakni dibungkus daun jati. Lauk-lauk itu, antara lain, sambal goreng, sayur tahu, pusu (paru-paru), rendang daging sapi, perkedel, sate kentang, telur dadar, telur balado, panjelan atau ikan asin, tahu goreng, tempe goreng. ”Tidak boleh terlewat yakni blekutak atau cumi-cumi berkuah kental yang di masak bersama tintanya yang berwarna hitam seperti rawon,” ujarnya.

Dalam sejarahnya, Sega Jamblang merupakan makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda. Saat ini, para pekerja paksa membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati. Ini mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama. Sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki poripori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.(Lidiyah Ayu Ningrum-53)


Berita Terkait
Komentar