Kolaborasi Kunci agar Bisnis Bertahan

SEMARANG - Kolaborasi antara asosiasi usaha dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berinovasi dengan ide-ide kreatifnya menjadi salah satu kunci tetap bertahan. Kadin Jateng melihat minat usaha untuk tumbuh dan berkembang saat ini luar biasa, sejalan dengan digitalisasi yang membuat persaingan makin ketat di bidang apa pun. ”Di era sekarang perlu disiapkan betul sumber daya manusia (SDM) dan hal lain yang mendukung bisnis supaya tetap bisa bertahan. Bisnis tidak akan eksis kalau tidak berkolaborasi, dan ini memberi kesempatan UMKM agar naik kelas,” tutur Wakil Ketua Umum Bidang UKM dan Koperasi Kadin Jateng Hasan Abdul Rozak saat dialog Jagongan Obrolan Bisnis (Jago Bisnis) di Studio TVKu Semarang, kemarin. Dialog bertema ”Strategi Mencetak SDM Unggul dengan Entrepreneur Mindset” merupakan program kerja sama antara Kadin Jateng dan Suara Merdeka Network (SMN) sebagai bentuk sinergi dunia usaha untuk kemajuan daerah. Narasumber lain dalam acara yang dimoderatori Myra Azzahra tersebut adalah Ketua Umum Hipmi Jateng Billy Dahlan.

Menurut Hasan, pendampingan UMKM supaya eksis disesuaikan dengan perkembangan, bukan hal yang mudah. Ada generasi muda yang cenderung lebih akrab dengan teknologi dan media sosial, sehingga lebih mudah menyesuaikan pada era digital sekarang. Namun, ada pula generasi yang lebih senior dari sisi usia, dan tidak mudah mengenalkan teknologi digital kepada mereka agar usahanya tumbuh lebih cepat. ”Asosiasi dan komunitas harus turut berkontribusi mengembangkan yang kecil. Sinergi sangat penting supaya ketertinggalan tidak makin jauh dan bisa ditutup,” tegas Hasan. Sebagai wadah pengembangan, menurut dia, ada International Council for Small Business (ICSB) Indonesia. Organisasi nonprofit dengan jaringan global di 85 negara itu fokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta penyebaran semangat kewirausahaan. Billy Dahlan menambahkan penggunaan teknologi perlu dimaksimalkan. Banyak pengusaha yang bermunculan dari kalangan anak muda wajib diapresiasi, karena semangat entrepreneurship atau kewirausahaan perlu dibangun sejak usia dini. ”Teknologi memang sudah ada, tetapi apakah implementasinya sudah benar-benar siap? Bagi pemula, silakan cari pengalaman dan wawasan seluas-luasnya. Kegagalan suatu hal yang wajar, hal itu akan menambah pengalaman dalam berbisnis,” papar dia. Memetik pengalaman atau belajar dari kegagalan akan membuat seseorang lebih tajam lagi dalam berbisnis. Semua membutuhkan proses dan mindset atau pola pikir berani untuk menjadi seorang wirausahawan sukses. ”Untuk sukses mesti punya impian besar dan goal (tujuan, target- Red). Mental pun harus dibenahi,” tandas Billy. (J14-18)