Pemulihan Lingkungan Diprioritaskan

SM/Mohamad Annas  -  TANAM MACADAMIA : Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar bersama Isabella Fawzi, Chintya Tengens, dan Kepala BPDASHL Pemali Jratun Rochimah Nugrahini memanam macadamia di persemaian RPH Dukuh Tengah, Sabtu (16/11).
SM/Mohamad Annas - TANAM MACADAMIA : Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar bersama Isabella Fawzi, Chintya Tengens, dan Kepala BPDASHL Pemali Jratun Rochimah Nugrahini memanam macadamia di persemaian RPH Dukuh Tengah, Sabtu (16/11).

TEGAL - Pemulihan lingkungan yang rusak menjadi salah satu prioritas Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Prioritas kebijakan ini tercermin dari peningkatan luas penanaman area hutan dan lahan yang rusak dalam Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Luas penanaman meningkat hingga 10 kali lipat dari tahun sebelumnya. ''Sebelum 2019, luas area penanaman dalam RHL di Indonesia hanya 23 ribu hektare. Tahun ini mencapai 200 ribu ha lebih.

Artinya, meningkat hampir 10 kali lipat,'' ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar saat mengunjungi pusat persemaian bibit Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Kawasan Hutan Lindung dan bibit Macadamia Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali Jratun di RPH Dukuh Tengah, BKPH Bumijawa, KPH Pekalongan Barat, Sabtu (16/11).

Siti Nurbaya juga mengungkapkan, Presiden Jokowi menginstruksikan agar pemulihan lingkungan dilakukan dengan kerja cepat serta memperkuat pelibatan secara aktif masyarakat. "Caranya, mari kita menanam pohon, kita perbaiki lahan kritis.

Percayalah kalau pohonnya bagus, airnya juga akan bagus, lingkungan yang baik bagi masyarakat juga terawat," imbuh Siti yang dalam kunjungan tersebut didampingi Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Plt Dirjen PDASHL KLHK Hudoyo, dan jajaran Kemen LHK lainnya.

Indonesia, menurut Siti, perlu menanam 800 ribu ha/tahun agar memiliki iklim yang stabil dan sejuk. Karena itu, selain penanaman 230 ribu ha dari pemerintah, pihak swasta/pengusaha yang memakai kawasan hutan dalam usahanya melalui IPPKH diwajibkan merehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon.

''Rehabilitasi diarahkan ke daerah-daerah rawan bencana banjir dan longsor, DAS-DAS prioritas, 15 danau prioritas, hulu dari 65 waduk/bendungan, daerahdaerah destinasi wisata superprioritas Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo, Likupa, serta lokasi ibukota negara di Kaltim,'' ungkapnya.

Siti Nurbaya juga memastikan, Program RHLjuga menyerap tenaga kerja, sehingga sejalan dengan prioritas pemerintah lima tahun ke depan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat ini dilakukan melalui pelibatan dalam pembibitan dan penanaman. "Pada areal satu hektare persemaian misalnya, memerlukan 30-40 tenaga kerja," kata Siti.

Dukungan Anggaran

Sementara itu Plt Dirjen PDASHL Hudoyo mengungkapkan, keseriusan pemerintah memperbaiki lingkungan yang rusak juga terlihat dari sisi anggaran. Tahun ini dukungan anggaran untuk penanaman pohon sangat besar dibandingkan tahuntahun sebelumnya.

"Pemerintah menyiapkan Rp 2,7 triliun," tutur Hudoyo. Untuk diketahui, persemaian Dukuh Tengah tersebut menyiapkan bibit 724.019 batang, terdiri atas Pinus oocarpa 500.000 batang, sengon buto 20.248 batang, puspa 11.981 batang, nangka 95.617 batang, dan cengkeh 96.173 batang.

Bibit tersebut untuk mendukung Program RHL BPDASHL Pemali Jratun dalam kawasan hutan lindung di KPH Pekalongan Barat, dengan target luas 1.371,1 ha yang tersebar di Kabupaten Tegal dan Pemalang. Selain itu, terdapat bibit Macadamia 32.000 batang yang akan ditanam di Desa Igir Klanceng Sirampog dan warga sekitar Dukuh Tengah.

"KPH Pekalongan Barat juga memiliki persemaian RHL di BKPH Moga dengan produksi bibit 295.898 batang, sehingga total bibit reboisasi kawasan hutan lindung KPH Pekalongan Barat mencapai 1.019.919 batang,'' ungkap Kepala BPDASHL Pemali Jratun Rochimah Nugrahini. Secara total, RHL kawasan hutan lindung di area kerja BPDASHL Pemali Jratun mencapai 5.000 ha, yakni 4.500 ha di wilayah Perhutani dan 500 ha di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UGM. (ans-41)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar