Pemain Unggulan Belum Terbendung

SM/Krisnaji Satriawan : KEMBALIKAN KOK : Tunggal anak putra madya PB Sahabat Ryan mengembalikan kok saat bertanding pada Kejurkot Bulu Tangkis Piala Lawang Sewu dai Gelora USM, Kamis (14/11). (48)
SM/Krisnaji Satriawan : KEMBALIKAN KOK : Tunggal anak putra madya PB Sahabat Ryan mengembalikan kok saat bertanding pada Kejurkot Bulu Tangkis Piala Lawang Sewu dai Gelora USM, Kamis (14/11). (48)

SEMARANG - Pemain unggulan tunggal anak putra madya belum terbendung pada hari pertama Kejurkot Bulu Tangkis Piala Lawang Sewu 2019 di Gelora USM, Kamis (14/11). Unggulan empat, Bimo Fajar Purnomo (PB Arista) melaju ke babak kedua seusai mengalahkan Fathan Mukti Firdaus (PB Pendowo) dengan 21-3, 21-1. Selanjutnya, Bimo akan berhadapan dengan Iqbal Taufiqurachman (PB Lindu Aji) yang mengalahkan Rahmat Januartha (PB Tugu Muda) dengan 21-16, 21-9.

Kemudian unggulan delapan Muhammad Fardan (PB Gatra Pino) melangkah ke babak kedua seusai menang atas Raditya Trimawan (PB Pendowo) dengan rubber games 21-8, 18-21, 21- 9. Selanjutnya, Fardan akan berjibaku dengan Farid Putra (PB Garuda Yunior) yang menyingkirkan Farel Ryan (PB Mentari) dengan 21-6, 21-8. Adapun, Rendi Aditiya (PB Mentari) melangkah ke babak berikutnya setelah mengalahkan Zafa Masliki (PB Tugu Muda) dengan 21-8, 21-9. Di babak kedua, Rendi akan berhadapan dengan Aufa Arya (PB Pendowo) seusai menumbangkan Ezekiel Michael (PB Zoe) dengan 21-11, 21-16. Di kelompok tunggal usia dini putra madya, unggulan pertama Reuben Rafer (PB altrec) melaju ke babak ketiga.

Persaingan Ketat

Reuben mengalahkan Milan Rajendra (PB Mentari) dalam laga tiga games dengan 18-21, 21-11, 21-14. Selanjutnya, Reuben akan berhadapan dengan Muhammad Dzaki (PB Tugu Muda) yang menaklukkan Muhammad Djakfar (PB Arista) dengan 21- 12, 21-14. Unggulan kedua, Oei Stefanus Leonard (PB Altrec) juga melaju ke babak ketiga setelah menang atas Aviel Austin (PB Rehobat) dengan 21-8, 21-12. Oei akan berjibaku melawan Arkan Rizqi (PB Gatra Pino) yang menundukkan Nathanael Erza (PB Mentari) 21-13, 21-8. Ketua panitia, Didik Hermanto mengatakan, persaingan di kelompok usia dini dan anak cukup ketat. Meski pemain unggulan belum terbendung, mereka tak mudah menang. ‘’Kami melihat banyak bibit pemain potensial di Kota Semarang. Mereka butuh banyak pengalaman bertanding,’’ucap Didik. (H85-48)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar