Kampung Melayu Akan Dipoles

Bersiap Jadi Kampung Wisata

SEMARANG UTARA- Kampung Melayu di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, pada 2020 siap untuk dipoles menjadi kawasan wisata.

Pembangunan kawasan wisata tersebut, baru bisa dilakukan setelah Pemkot Semarang berhasil menjadikan Kampung Melayu bebas dari rob. Saat jalan sehat bersama warga Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara, Kamis (14/11), Wali Kota Hendrar Prihadi menyatakan optimistis wilayah tersebut kelak akan sebagus kawasan Kota Lama. Hal itu karena di Kampung Melayu, terdapat bangunan bersejarah, yakni Masjid Layur, yang dibangun pada 1802 Masehi. ’’Panjenengan itu punya peninggalan sejarah, yaitu Masjid Layur. Orang itu pasti ingin ke Masjid Layur. Kenapa? Karena masjid ini tertua kedua se-Indonesia,” ungkap wali kota yang akrab disapa Hendi. Dikatakannya, kondisi lingkungan di Kelurahan Dadapsari telah banyak mengalami kemajuan, sehingga kini jarang dijumpai adanya rob dan banjir. Dia teringat, dulu 2012, 2013, 2014, setiap tahun, menggunakan mobil jip belakangnya berisi sembako, berkeliling Dadapsari. Membantu warga korban banjir dan rob. ’’Sekarang Dadapsari beberapa kali sudah berbeda, karena rob tidak masuk lagi ke kawasan pemukiman,’’ ungkapnya.

Mempercantik

Mempercantik Kampung Melayu sudah masuk dalam rencananya, yakni setelah menyelesaikan revitalisasi Kota Lama pada 2020. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga telah menyetujui. Adanya dukungan tersebut, Hendi berharap wilayah ini akan semakin cantik. Selain mengembangkan potensi sejarah dan bangunan cagar budaya, Hendi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan. Karena ini bisa menyebabkan kawasan menjadi kumuh dan muncul banyak penyakit. Hal itu sejalan dengan program kampung tematik yang digagas setiap kelurahan. Program kampung tematik harus sungguh-sungguh dikembangkan.

Bukan hanya untuk seremoni. Tapi kalau sudah selesai, semua dapat dipromosikan, dijual di luar kota Semarang. Ini agar pengunjung punya berbagai pilihan wisata saat ke Kota Semarang. Kampung tematik di Dadapsari yang dikembangkan yakni Kampung Manuk (Burung). Tema ini dipilih karena warganya memiliki hobi memelihara burung. Hendi meminta kampung tematik ini dikembangkan agar semakin ramai dan ada transaksi ekonomi yang nantinya bisa menjadi sumber penghasilan warga. ’’Monggo dibuat kerja bakti, bagaimana caranya warga semangat gemregah. Misalnya dilombakan, setiap bulan atau setiap tahun dilombakan. Harus semakin banyak upaya untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat sehingga banjir dan rob tidak kembali memasuki pemukiman warga Dadapsari,’’tuturnya. (K18-42)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar