KADIN

UMKM Terus Didorong Melakukan Terobosan

KARANGANYAR - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah (Jateng) mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas, dengan melakukan berbagai terobosan. Selain membantu pengembangan pasar, juga dengan mengajak pelaku usaha menjadi digital entrepreneur lewat pelatihan.

Hal itu disampaikan Ketua Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono pada acara “Gathering dan Ngobrol Santai Kadin Jateng” di Hotel Nava Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (12/11) malam. Selain menjadi pembicara, Kukrit juga memoderatori acara ngobrol bersama narasumber Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslan.

Acara yang bertujuan merekatkan persaudaraan di antara anggota Kadin Jateng itu dihadiri ketua Kadin dari sejumlah kabupaten/kota se- Jateng. “Bagaimana Kadin Jateng membuat infrastruktur, agar UMKM bisa naik kelas. Kembangkan market. Kami bekerja sama dengan Hippindo (Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia-Red), untuk membantu memasarkan produk UMKM Jateng,” kata Kukrit.

Pelaku usaha juga didorong untuk menjadi digital entrepreneur, dengan mengadakan kursus gratis bagi anggota Kadin Jateng. “Kami juga gandeng Investree, salah satu perusahaan fintech, untuk membantu dari sisi pembiayaan untuk anggota Kadin Jateng. Jika ada order barang, sudah dikirim, ada invoice, akan menerima pembayaran di depan dari Investree.

Tidak perlu menunggu, jika pembayarannya mundur,” tuturnya. Hal-hal itu dilakukan, menurut Kukrit, sebagai upaya untuk menguatkan UMKM di Jateng, agar lebih eksis dan berdaya saing. Apalagi, Jateng memiliki potensi yang tinggi di berbagai bidang usaha. Potensi yang tinggi di Jateng, imbuh Kukrit, membuat Malaysia kesengsem untuk bekerja sama di bidang perdagangan dan pariwisata dengan Jateng.

Membuka Konsulat

“Dua bulan lalu, Dubes Malaysia untuk Indonesia berkunjung ke Semarang, membawa 30 pengusaha dari Malaysia. Tiga pekan lalu, saya diundang ke Kedubes Malaysia di Jakarta. Di situ disampaikan, dari hasil keliling ke lima provinsi di Indonesia, mereka terkesan dengan Jateng. Ya pariwisatanya, kulinernya, kehidupan bisnisnya, iklim investasinya. Malaysia ingin membuka konsulat di Semarang,” tutur Kukrit.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslan mengingatkan tentang potensi usaha berbasis digital, yang saat ini berkembang. Dia menyebut lima startup yang menjadi unicorn, karena didukung potensi pasar yang besar. Yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, OVO, dan Bukalapak. “Di Asia, ada 11 perusahaan start-up yang menjadi unicorn. Lima di antaranya di Indonesia.

Kenapa? Karena jumlah penduduk Indonesia besar, 52% pertumbuhan ekonomi Indonesia dari konsumsi. Belanja,” tuturnya. Rosan juga mengingatkan tentang potensi besar yang dimiliki Indonesia di industri manufaktur, khususnya pengembangan mobil elektrik. Sebab, Indonesia memiliki tambang nikel dan kobalt terbesar di dunia.

Nikel dan kobalt adalah bahan baku pembuatan baterai, yang tentunya sangat dibutuhkan dalam industri manufaktur mobil elektrik, yang memakai tenaga baterai. “Ini kami sampaikan ke pemerintah, agar Indonesia jangan sampah kalah lagi dengan Thailand di industri otomotif. Sebab, Indonesia punya raw materialnya,” tegas Rosan.

Terkait kondisi dunia usaha di Indonesia, Rosan menyatakan optimistis, tetap akan berkembang. “Dunia usaha kita itu tangguh. Pengusaha kita tangguh. Kami beri masukan ke pemerintah, apa yang harus dilakukan, termasuk PR-PR yang harus diselesaikan agar dunia usaha lebih berkembang,” ungkapnya.

Mulai dari iklim investasi yang lebih ramah, imbuh Rosan, karena Indonesia harus bersaing dengan negara tetangga dalam hal menggaet investor, hingga dihilangkannya perbedaan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah yang selama ini kerap dikeluhkan investor asing. “Kami beri masukan ke pemerintah, karena di satu sisi ini untuk kepentingan pengusaha, di sisi lain juga untuk kepentingan tenaga kerja kita,” katanya. (H44-46)