PROPERTI

Pengembang Rumah Subsidi Perbarui Harga

SEMARANG - Kuota subsidi program likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun ini yang telah habis, membuat para pengembang hunian bersubsidi memperbarui harga rumah yang sudah terbangun. Secara langsung, berhentinya fasilitas FLPP ini juga berimbas pada penyerapan tenaga kerja karena produksi harus terhenti.

Perwakilan Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah (Jateng), Dibya K Hidayat mengungkapkan, sebagian pengembang mengkonversi harga rumah yang sebelumnya Rp 136 juta karena mendapatkan subsidi pemerintah dengan menaikkan beberapa spek hunian.

“Terpaksa berhenti total dan imbasnya pada serapan tenaga kerjanya jadi tidak produktif,” ujar Dibya di sela-sela pameran “Property Expo Semarang Ke-8” di Atrium Mal Paragon, Semarang, Rabu (13/11).

Salah satu pengembang rumah subsidi, Juremi menambahkan, sebagian pengembang juga masih berdiskusi dengan perbankan terkait skema bunga yang diterapkan ketika pembaruan harga itu dilakukan. “Sedang dibahas bersama bank khususnya bagaimana skema bunganya nanti. Untuk saat ini ya masih berhenti karena alokasi sudah habis,” kata Juremi.

Sementara itu, dalam pameran terakhir yang digelar DPD REI Jateng di Mal Paragon hingga 24 November mendatang, diharapkan bisa mengerek transaksi menjelang akhir 2019. Diakui hasil pameran masih belum memenuhi ekspektasi target dan masih berfluktuasi karena kondisi ekonomi dan politik yang sempat memanas.

Tren menjelang akhir tahun ini biasanya penjualan positif karena pengembang termasuk juga perbankan bekerja keras agar penjualan dan penyaluran kredit bisa memenuhi target. “Potensi marketnya akan naik biasanya mendekati akhir tahun, mudah-mudahan terserap dengan baik selama pameran. Ada 11 developer dan satu pendukung interior yang berpartisipasi dalam pameran ini,” imbuh Dibya. (J14-46)


Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar