TAJUK RENCANA

Menggaransi Keamanan Warga Papua

Jaminan keamaman bagi warga Papua yang menempuh pendidikan oleh Kapolda Jawa Tengah patut diapresiasi. Kapolda Irjen Rycko Amelza Dahniel menegaskan para pelajar dan mahasiswa asal Papua terjamin dari berbagai persoalan, terutama rasisme saat belajar dan beraktivitas di provinsi ini. Kapolda menyatakan generasi bangsa itu bisa menuntut ilmu dengan aman. Setelah lulus, mereka bisa mengabdikan ilmu yang diperoleh dari bangku sekolah maupun perguruan tinggi untuk kemajuan Papua.

Kita tak meragukan karakter masyarakat Jawa Tengah yang cinta damai. Tak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Sekeras apapun perbedaan, masyarakat senantiasa mampu meredam tanpa ada kekerasan. Kita senantiasa mengedepankan prinsip kebersamaan, bukan mengedepankan ego yang ujung-ujungnya melahirkan persoalan baru yang lebih rumit. Jawa Tengah boleh dikatakan sebagai satu daerah yang menjadi contoh bahwa persaudaraan lebih utama daripada perselisihan.

Apa yang menjadi jaminan Kapolda selayaknya menjadi cerminan kita bersama. Dari 217 pelajar dan mahasiswa yang pulang ke Papua setelah kerusuhan akibat persoalan rasisme yang muncul September lalu, sebanyak 107 orang di antaranya telah kembali ke Jawa Tengah. Sementara jumlah total jumlah saudara kita asal Papua yang menempuh pendidikan di Jawa Tengah sebanyak 2.900 orang. Artinya hanya sebagian kecil warga Papua yang tergerak untuk kembali ke tanah kelahiran akibat isu rasisme.

Itu pun setiba di Papua mereka mendapat kenyataan berbeda dengan informasi yang diterima. Senyatanya pelajar dan mahasiswa itu diminta pula oleh orang-orang pro Komite Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka. Dua kelompok itu, menurut Kapolda, disinyalir merupakan bagian dari orang-orang yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Pelajar dan mahasiswa kecewa atas informasi yang tidak sesuai kenyataan. Kembali ke Jawa Tengah untuk menyelasaikan studi adalah pilihan.

Kita patut memberi penghargaan atas pilihan mereka kembali menuntut ilmu di Jawa Tengah. Kiranya itulah pilihan mereka yang paling tepat untuk masa depan. Tak diragukan, pendidikan adalah bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa bekal pendidikan yang memadai semakin sulit kita bisa menyetarakan pembangunan, apalagi berkiprah di kancah internasioal. Target SDM Unggul Indonesia Maju hanya akan menjadi slogan bila tidak dibarengi dengan pemerataan pendidikan.

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, jaminan keamanan tidak bisa dibebankan terhadap jajaran kepolisian. Seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah telah lama mampu bersinergi menjaga kerukunan dan keselamatan bersama. Ada tempat ibadah umat berbeda agama yang berdiri berdampingan bisa rukun. Masing-masing umat bisa menjalankan ibadah mereka masing-masing tanpa terganggu. Bahkan bergantian saling menjaga keamanaan saat ibadah berlangsung. Ini bukti konkret Jawa Tengah menggaransi keamaan.


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar