TAJUK RENCANA

Menjaga Kinerja Industri Tekstil dan Pakaian

Pemerintah baru saja mengumumkan kinerja perekonomian untuk kuartal ketiga. Data yang disampaikan menunjukkan Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Dari berbagai sektor yang membentuk produk domestik bruto, menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, tekstil dan produk tekstil (TPT) menorehkan angka terbaik.

Pertumbuhannya tertinggi, yaitu 15,08%. Sektor tersebut memang telah diakui sebagai salah satu andalan perekonomian negeri ini. Dalam konsep peta jalan menuju kemajuan ekonomi Indonesia masa depan yang diberi judul ‘’Making Indonesia 4.0’’, TPT atau tekstil dan pakaian termasuk satu dari lima sektor manufaktur utama. Empat sektor lainnya adalah makanan dan minuman, kimia, elektronika, dan otomotif. Lima sektor tersebut dirancang menjadi penopang utama yang membawa perekonomian negeri ini menembus sepuluh besar dunia pada 2030. Identifikasi terhadap sektor-sektor andalan harus ditindaklanjuti dengan berbagai stimulan. Masalah yang dihadapi tiap sektor tersebut untuk berkembang tentu berbeda. Kebijakan yang merupakan solusi atas persoalan dari masing-masing sektor perlu diluncurkan. Untuk sektor TPT, pemerintah telah mengidentifikasi penggunaan mesin-mesin yang sudah berumur. Dorongan dan bantuan agar pabrikpabrik meremajakan mesin tentu dibutuhkan. Peremajaan bakal berpengaruh pada poduktivitas. Namun, daya saing tidak hanya ditunjukkan lewat aspek kuantitas, tetapi juga kualitas.

Pemerintah perlu membuat cetak biru yang tidak hanya membawa industri TPT sebagai salah salah sektor andalan. Rencana jangka menengah dan panjang untuk membawa Indonesia menjadi produsen TPT terbaik di dunia diperlukan. Di negeri ini, antara industri hulu dan hilir tesktil sudah terintegrasi.

Wajar bila muncul grup-grup besar dari industri tersebut. Bahkan ada yang kemudian juga melebarkan sayap untuk terjun ke dalam bisnis yang di luar usaha utamanya, misalnya bergelut di sektor properti. Fenomena itu menggambarkan betapa perekonomian Indonesia memang diwarnai oleh industri TPT. Wajar bila muncul harapan agar negeri ini menjadi pemimpin dunia dalam industri TPT. Kondisi itu juga merupakan penunjang yang bisa memacu para pengusaha apparel untuk membawa mereknya diperhitungkan di pasar global.

Indikasi bila kita telah berada dalam keterkaitan yang sempurna antarberbagai pemain dalam industri tekstil dan pakaian adalah keunggulan di dalam dan luar negeri. Globalisasi harus dilihat sebagai peluang.

Perdagangan bebas jangan dipandang sebagai ancaman. Namun, persiapan matang perlu dibuat, dengan berusaha mempelajari masalah-masalah apa yang dihadapi industri TPT saat ini. Karena itu analisis terhadap masalah yang dihadapi Duniatex perlu dilakukan. Beberapa waktu lalu dunia bisnis dikejutkan oleh kabar kesulitan finansial yang dihadapi grup besar tersebut. Analisis itu berguna untuk meletakkan fondasi kebijakan di tengah dinamika bisnis global.


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar