TAJUK RENCANA

Visi Inspiratif untuk Kemajuan Pendidikan

Pendidikan di Indonesia berjalan dengan penuh kejutan. Publik terkejut karena tiba-tiba diberi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan semacam Nadiem Anwar Makarim yang masih sangat muda. Kita terkejut akibat sekolah roboh, seorang guru dan seorang murid meninggal di lokasi, serta 11 murid lain dirawat di rumah sakit. Kita juga terkejut karena Presiden Jokowi ketika menyinggung anggaran pendidikan 2010 sebesar Rp 492 triliun, bilang, “Ini adalah duit semua, duit semua, hati-hati dengan angka-angka sebesar ini....” Di tengah kejutan itu, beruntunglah muncul visi untuk kemajuan pendidikan yang disebut Nadiem sebagai “penerjemahan visi presiden”. Visi itu meliputi pendidikan karakter, deregulasi dan debirokratisasi, peningkatan investasi dan inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan teknologi.

Bukan hal baru. Bukan hal yang sangat istimewa, tetapi tetap saja inspiratif untuk menjalankan roda pendidikan yang dihambat oleh bejibun masalah dan bejibun kendala. Tentu kita memerlukan pendidikan karakter yang ideal. Akhir proses dari kerja keras pendidikan adalah perubahan perilaku. Perubahan itu bisa terjadi jika kita memperhatikan pendidikan karakter yang sesuai dengan kemajuan zaman. Itu berarti pendidikan karakter yang dikembangkan harus sesuai dengan zaman digital.

Ini agar kita mendapatkan makhluk-makhluk tangguh yang tak tergerus atau terpedaya oleh arus informasi. Mereka haruslah insaninsan yang kognisi, moral, dan akhlaknya kuat. Regulasi dan birokrasi kita juga perlu mendapatkan pembenahan. Karena itulah perlu deregulasi dan debirokratisasi. Jangan sampai regulasi yang ada justru membelit kita untuk tak mendapatkan hasil pendidikan yang memadai. Jangan sampai birokasi kita justru menjadi bagian yang memenjara kreativitas.

Regulasi dan birokasi yang membuat kita hanya menjadi alat dan bukan kreator di bidang pendidikan harus dibongkar. Jika perlu didekonstruksi agar sesuai dengan kebutuhan masa kini. Tindakan ini tak boleh ditunda agar kita tak ketinggalan. Peningkatan inovasi dan investasi dalam dunia pendidikan juga jangan dilupakan.

Tanpa inovasi dunia pendidikan akan menjadi sesuatu yang ditinggalkan oleh masyarakat. Masyarakat yang bisa mendapatkan “pelajaran dan pendidikan” dari sumber mana pun, akan tak berurusan dengan sistem pendidikan yang zadul atau ketinggalan. Ini menjadi tantangan Nadiem dan sebagai innovator, Nadiem akan memiliki banyak jalan untuk menghasilkan pendidikan yang inovatif dan pada kadar tertentu menghasilkan uang. Dunia pendidikan juga harus mampu menciptakan lapangan kerja. Ini berarti siapa pun harus bisa menjawab tantangan zaman.

Jangan sampai apa yang dipelajari hari ini tak berguna pada masa depan karena sudah tak sesuai dengan yang diharapkan oleh dunia kerja. Pendidikan juga harus mampu menjadi jalan untuk pemberdayaan teknologi karena hari ini orang hidup dalam kebudayaan teknologi. Kita jangan sampai diperdaya teknologi. Sebaliknya kita mesti melipatkangandakan pemberdayaan teknologi. Tak ada cara lain. Lakukanlah hal itu.


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar