Komika Diajak Memotivasi Siswa

SM/Hendra Setiawan : FOTO BERSAMA : Wali Kota Hendrar Prihadi berfoto bersama siswa siswi SMA 3 Semarang di sekolah tersebut, kemarin. (48)
SM/Hendra Setiawan : FOTO BERSAMA : Wali Kota Hendrar Prihadi berfoto bersama siswa siswi SMA 3 Semarang di sekolah tersebut, kemarin. (48)

SEMARANG - Wali Kota Hendrar Prihadi berkunjung ke SMA 3 Semarang, Kamis (7/11). Kali ini, dia mengajak komunitas Stand Up Comedy di Kota Semarang, yang bernaung dalam Stand Up Indo SMG untuk ikut serta dalam kunjungannya ke sekolah tersebut.

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi ini, kehadiran sejumlah komika dapat menjadi inspirasi para siswa untuk bisa berani berbicara di depan umum. Tak hanya itu, menurut dia, para komika memilki sudut pandang kreatif terhadap sebuah persoalan. ”Harapannya dapat membuka wawasan para siswa dalam menyikapi kondisi terkini. Salah satu contohnya yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Komika Kota Semarang, Ipin PW,” ujar Hendi.

Pada kesempatan itu, Ipin membahas bagaimana dulu di Kota Semarang marak terjadi tawuran antarpelajar, namun saat ini telah tidak ada lagi. Ia mengatakan, jika hal tersebut sebagai salah satu cara anak muda menunjukkan eksistensi dirinya, tetapi dengan cara yang salah. ”Dulu pernah viral video tawuran antarpelajar, tepatnya di Jalan Kyai Saleh. Tapi kalau diamati videonya ini lucu, karena mereka saling serang, tapi tidak saling kena. Jadi hanya maju mundur saja sampai Kaligawe,” ungkap Ipin. Namun, lanjut dia, sekarang sudah tidak ada yang seperti itu. Sekarang energinya sudah disalurkan untuk ikut membangun Kota bersama Wali Kota Hendi. Hal senada, Hendi juga mencoba memotivasi anak muda untuk mau bergerak, berproses, memperkaya diri dengan ilmu dan jaringan, untuk menunjukkan eksistensi positifnya.

Dikatakan, teman-teman Komika yang hari ini hadir menjadi contoh anak muda yang eksistensinya disalurkan secara positif. ”Anggapan bahwa kesuksesan tergantung pada orang tua adalah anggapan yang salah. Karena tidak ada ceritanya, seseorang gagal karena terlahir di keluarga yang tidak kaya atau sukses,” tandas Hendi. Ia mencontohkan, bagaimana Presiden Jokowi yang terlahir dari keluarga tukang kayu namun harmonis, sekarang mampu menjadi pemimpin bagi bangsa Indonesia. Hal yang sama dicontohkan Hendi tentang bagaimana mengubah kondisi Kota Semarang yang awalnya sering rob dan banjir.

Optimistis

Ia menegaskan, bahwa rob dan banjir bukanlah takdir Kota Semarang. Dengan upaya dan gerak bersama seluruh warga Kota Semarang, saat ini banjir dan rob tak lagi menggenangi. Hendi optimistis, melalui konsep Bergerak Bersama, berbagai capaian Kota Semarang pada kurun 10 tahun terakhir dapat terus ditingkatkan. Optimisme dan motivasi inilah yang ingin terus ditularkan dan digaungkan Hendi, termasuk melalui komunikasi di SMA3 Semarang. Diakui Hendi, silaturahmi ke SMA3 Semarang merupakan bentuk komunikasi untuk menjaring masukan, berbagi dan mendengar curhatan warga sekolah sebagai bagian dari masyarakat. Melalui pertemuan tersebut, Hendi ingin semua warga sekolah, termasuk anak muda merasa bangga dan memiliki Kota Semarang. Kemudian berpartisipasi dan bergerak hebat bersama. Berbagai kanal komunikasi, lanjut Hendi, perlu terus dibuka dan dimaksimalkan untuk menangkap suara dan aspirasi masyarakat. ”Saya mengapresiasi respons anak muda yang aktif.

Baik dalam bentuk pertanyaan, ide maupun gagasan kreatif. Keberanian dan kesempatan adalah dua hal yang harus dimiliki anak muda agar ikut berperan aktif membangun kotanya,” tambah Hendi. (K18-48)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar