Indonesia-Inggris Sepakat Intensifkan Perdagangan dan Investasi

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengadakan pertemuan dengan Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik, Natalie Black di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35 di Bangkok, Thailand. Hasil pertemuan, Indonesia dan Inggris sepakat lebih mengintensifkan perdagangan dan investasi kedua negara.

”Saya melihat Indonesia dan Inggris masih perlu dilakukan peningkatan komunikasi dan kerja sama yang lebih intentsif, khususnya untuk meningkatkan perdagangan antara Indonesia-Inggris, baik di sektor barang maupun jasa,” kata Mendag Agus melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (4/11).

Pada kesempatan itu, Mendag mengapresiasi delegasi Inggris, khususnya pelaku bisnis/importir yang telah hadir dan melakukan transaksi bisnis pada ”Trade Expo Indonesia (TEI) 2019”. Pertemuan Mendag dengan Komisioner Inggris itu merupakan kelanjutan dari penandatanganan Terms of Reference (ToR) Trade Review pada saat TEI di Tangerang, Banten, pada 16 Oktober lalu.

Kedua pihak mendorong agar pertemuan Trade Review pertama dapat dilakukan di London pada 9 Desember 2019, dan diharapkan lebih produktif untuk membahas kajian perdagangan dan investasi kedua negara. Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang menandatangani Trade Review dengan Inggris. Hal itu menunjukkan arti penting Indonesia sebagai negara mitra ekonomi Inggris. Salah satu bidang yang menjadi fokus Inggris adalah penguatan kerja sama dengan Indonesia di bidang perdagangan jasa finansial, yang saat ini telah berkembang dengan baik di negara-negara ASEAN lainnya.

Dialog Terbuka

Selain itu, Mendag Agus juga menyampaikan fokus Indonesia terkait hambatan akses pasar kelapa sawit di pasar Uni Eropa melalui RED II, dan di Inggris dengan banyaknya kampanye negatif yang dilakukan beberapa Supermarket yang antikelapa sawit. ”Indonesia sangat berharap agar Inggris tidak melakukan hambatan akses pasar terhadap kelapa sawit maupun produk ekspor lainnya, namun justru mengedepankan pentingnya bekerja sama dengan Indonesia untuk membantu perdagangan sawit yang berkelanjutan. Kelapa sawit ini sangat penting bukan hanya bagi Indonesia, namun juga Inggris dan negara-negara Eropa,” imbuh Agus.

Dia menambahkan, perlu solusi yang tepat dalam menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan. Perlu terobosan yang cepat untuk penyelesaian masalah perdagangan bagi kepentingan kedua negara. Menanggapi hal tersebut, Inggris menyampaikan akan terus menjalin dialog terbuka dengan Indonesia guna membahas perkembangan isu sawit dan setuju menawarkan fasilitasi peningkatan kapasitas di bidang penelitian, edukasi, dan teknologi atas isu sustainability, khususnya bagi petani dan pelaku UKM sawit di Indonesia. (sb,annt-46)


Tirto.ID
Loading...
Komentar