FIKIH WANITA

Menghargai Keberagaman dan Perbedaan

SETIAP manusia yang lahir ke dunia, selalu mempunyai perbedaan dengan manusia lain. Perbedaan fisik, suku, agama, sosial ekonomi, maupun perbedaan yang menyangkut ide, pikiran, gagasan, kesukaan, dan sebagainya. Perbedaan adalah keniscayaan dan merupakan sunatullah. Tidak ada dua insan yang sama persis, bahkan mereka yang terlahir kembar sekalipun tetap berbeda.

Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut, di dalam kehidupan bermasyarakat. Allah berfirman dalam Surat al Hujurat ayat 13 yang bermakna, ”Hai manusia, sesungguhnya telah aku ciptakan kamu terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan dijadikannya kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar supaya kamu saling mengenal (saling memahami). Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa”.

Dalam ayat ditegaskan oleh Allah bahwa perbedaan itu sunatullah. Allah lalu memerintahkan untuk saling mengenal, memahami, karena bagi Allah derajat yang paling mulia di sisi- Nya adalah karena takwa. Beberapa hadis Nabi Muhammad Saw juga mengungkapkan derajat manusia yang tertinggi karena takwa. ”Tidak lebih mulia orang Arab dari orang non Arab (ajam) kecuali karena takwanya”.

Sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, bagaimana menghargai berbedaan dan keragaman di antara kita? Marilah kita lihat Indonesia yang kita cintai bersama ini terdapat banyak nusa, lautan terbentang luas, berbagai suku, agama, bahasa, budaya yang berbeda-beda. Keragaman yang ada dalam negara kita merupakan modal dan sumber daya yang dapat dikembangkan untuk kemajuan pembangunan.

Perbedaan itu harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Sebaliknya, apabila salah menyikapi keragaman, yang terjadi adalah perseteruan antarsuku, ras, agama, golongan, merebaknya penghinaan, kekerasan, pelecehan dan hal lain yang kontraproduktif bagi pembangunan bangsa. Upaya apa yang dapat dilakukan agar kita saling menghargai dan menghormati perbedaan? Penting sekali bagi terutama bagi generasi muda untuk memahami karakter lintasbudaya.

Dengan pemahaman tersebut, kita bisa saling menghargai dan menghormati meskipun berbeda. Sikap saling menghagai ini perlu ditekankan kepada masyarakat utamanya remaja. Alasannya remaja masih labil, emosional, sehingga mudah terprovokasi dan bertindak yang merugikan. Untuk itu mereka harus dilatih dapat mengendalikan emosi, tidak mudah terpengaruh, terprovokasi, apabila menjumpai perilaku yang berbeda atau menyinggung perasaan.

Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, merupakan suatu kehormatan apabila kita dapat menghargai, menghormati perbedaan, sehingga bisa hidup berdampingan dengan damai sejahtera. Marilah bersama-sama menyadari sebagai bagian dari komponen bangsa untuk selalu menggunakan bahasa yang santun, menyejukkan, ketimbang menimbulkan suasana panas penuh permusuhan. Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, saat ini dan di sini. Wallahu a’lam bishhawab. (Hj Ummul Baroroh,Sekretaris MUI Jawa Tengah-54)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar