Holopis Kuntul Baris

KUNTUL adalah jenis burung berkaki panjang, berleher panjang, sering terlihat di sawah. Orang banyak menyebutnya burung cangak. Makanannya serangga dan ikan kecil yang ditemukan. Mereka suka bergerombol. Karena warnanya putih, burung ini bisa tampak dari jauh. Menjelang matahari terbenam mereka terbang bersama menuju pohon tempat mereka tidur. Dilihat dari bawah nampak mereka seperti berbaris. Pada tahun 1960-an kalimat ”holopis kuntul baris ” itu diucapkan Bung Karno untuk membakar semangat rakyat agar bersatu membangun negeri ini. Bung Karno adalah motivator ulung yang mampu menggerakkan massa. Kalimat yang diucapkan adalah, ”Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.

Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama. Dari semua untuk semua. ” Sesudah pidato Bung Karno itu, Ki Narto Sabdo memasukkan kalimat holopis kuntul baris dalam lagu gubahannya ”Gugur Gunung ”. Kita simak lirik lagu tersebut, ”Kanggo mulyaning negara, siji (loro) telu (papat) maju papat-papat diulang ulungke mesthi enggal rampunge, holopis kuntul baris, holopis kuntul baris..... ” Kita sering menyaksikan beberapa ekor semut, yang bersama-sama mampu mengangkat benda yang beratnya melebihi berat mereka.

Para sepuhkita juga sering melakukan hal yang sama. Setelah aba-aba kebersamaan mereka ucapkan, mereka mampu memindahkan kerangka rumah yang berasal dari kayu atau sesuatu yang lain.

Di antara yang sering diucapkan adalah kalimat holopis kuntul baris. Nah filosofinya sudah jelas, bahwa bila ada kemauan untuk bersama, maka sesuatu yang berat sekalipun akan mampu diatasi. Kini bahkan sampai kapanpun kebersamaan dibutuhkan. Kita seharusnya senang bila makin banyak orang yang bergabung untuk kebersamaan. Kita pasti tahu bahwa peran dan kontribusi mereka yang mengangkat kerangka rumah atau benda berat tadi tidak sama. Tetapi ketika tugas berat tadi selesai, semua mereka senang dan menikmati hasil kebersamaan. Tak ada yang menggugat kontribusi yang satu lebih banyak atau sedikit ketimbang yang lain. Itulah keikhlasan, kondisi yang akan membuat kebersamaan selanjutnya menjadi bulat bukan lonjong. Renungkan berapa banyak jumlah unsur dan komponen dalam tubuh kita, namun tidak satupun yang mengeluh dan merasa paling berjasa dan minta imbalan lebih. Mari kita baca sabda Nabi riwayat Abi Daud dari Abi Hurairah yang artinya, ”Rasulullah bersabda bahwa Allah telah berfirman: Aku menemani dua orang yang bekerja sama selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati yang lain. Bila salah seorang berkhianat, maka Aku akan keluar dari kebersamaan mereka ”. (KH Ahmad Darodji, Ketua Umum MUI Jawa Tengah-54)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar