Enam Hari, 26 Orang Ditangkap

Teroris di Cirebon Siapkan Bom Racun

SM/Ari Welianto, Antara - AMANKAN BARANG BUKTI: Tim Densus 88 Polri bersama Polda Lampung mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah milik orang tua terduga teroris di Bandar Lampung, Lampung terkait penangkapan terduga teroris kelompok JAD Bekasi, Selasa (15/11). Petugas Kepolisian mengamankan proses penggeledahan indokost di Dukuh Serongan RT 01 RW 02 Desa Mayang Kecamatan Gatak, Sukoharjo. (55)
SM/Ari Welianto, Antara - AMANKAN BARANG BUKTI: Tim Densus 88 Polri bersama Polda Lampung mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah milik orang tua terduga teroris di Bandar Lampung, Lampung terkait penangkapan terduga teroris kelompok JAD Bekasi, Selasa (15/11). Petugas Kepolisian mengamankan proses penggeledahan indokost di Dukuh Serongan RT 01 RW 02 Desa Mayang Kecamatan Gatak, Sukoharjo. (55)

JAKARTA-Selama enam hari terakhir, terhitung sejak Kamis (10/10) hingga Selasa (15/10), Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap 26 tersangka teroris di sejumlah daerah.

Aksi penangkapan dilakukan menyusul terjadinya insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten. Pada Selasa, (15/10), sejumlah terduga teroris ditangkap berikut dengan barang bukti di berbagai daerah diantaranya Cirebon, Bandung, Semarang dan Sukoharjo.

"Total ada 26 tersangka kasus tindak pidana terorisme yang diamankan Densus 88 sampai hari ini," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. P a d a S e l a s a kemarin, Densus 88 berhasil menangkap dua orang yakni inisial S dan LTdi Cirebon.

Sementara di Bandung, ditangkap dua orang, yakni DP dan MNA. "Saudara LT dipersiapkan sebagai society bomber dengan sasaran markas kepolisian dan rumah ibadah di Cirebon," kata Karopenmas Polri. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kelompok JAD Bandung merencanakan untuk melakukan aksi teror di tempat ibadah dan Mako Polri di Bandung.

"(Kalau JAD) Cirebon hendak menggunakan society bomber, sedangkan JAD Bandung melakukan serangan dengan menggunakan beberapa senjata seperti senjata angin, airsoftgun, pisau dan beberapa senjata tajam untuk menyerang secara personal maupun di tempat-tempat yang saya sebutkan tadi," jelasnya.

Dedi menegaskan, pihaknya belum menemukan indikasi upaya penggagalan terhadap proses pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. "Dari hasil analisis Densus 88 dan pemeriksaan terhadap para tersangka, belum ditemukan jejak akan upaya-upaya amaliah atau rencana serangan terorisme pada pelantikan presiden dan wapres," ucapnya. Terkait penangkapan dua tersangka terduga teroris di Cirebon, Tim Densus 88 menemukan bom berbahan daya ledak tinggi.

Bom itu mengandung racun berdaya bunuh 100 orang. "Bom yang sudah disiapkan untuk digunakan oleh pengantin ini memiliki daya ledak tinggi atau high explosive," jelasnya. Dua terduga teroris tersebut ditangkap di Desa Panembahan, Cirebon. Dari penelusuran polisi, bom ini terbuat dari bahan-bahan berbahaya. Beberapa bahan yang ditemukan ialah metanol, urea, ditambah 310 gram biji saga yang merupakan bahan utama racun Abrin. "Itu explosive semua.

Racun ini (Abrin) lebih kuat dari dari racun risin yang mampu membunuh 100 orang hanya dengan 70 mikrogram," ucap Dedi. Lebih lanjut dia menjelaskan, target bom bunuh diri di Cirebon ini adalah Mako Polri di Cirebon. Dari penggeledahan, polisi banyak menemukan barang bukti seperti sepeda motor, HP, kartu ATM, senjata tajam dan berbagai buku.

"Buku yang ditemukan adalah buku dasar untuk mikrologi, kemudian buku kimia, ada buku-buku tentang terorisme serta peralatan kimia yang sudah siap dijadikan bom. Canggih juga teknologi yang digunakan," jelasnya. Selain itu, ditemukan juga bahan seperti paku dan gotri.

Di Semarang

Bahan ini disebut Dedi adalah bahan yang kerap digunakan oleh jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dalam melancarkan aksinya. "Bahan campuran bom kekhasan JAD ada paku baut gotri namun sekarang tambahan bahan kimia yang bisa membahayakan manusia," ujar dia. Di Kota Semarang, Densus 88 Anti Teror melakukan penggerebekan di rumah kontrakan di Kampung Kepoh RT 01 RW 04, Nongkosawit, Gunungpati, Selasa (15/10) sekitar pukul 07.00.

Dalam aksi tersebut, petugas mengamankan suami istri berinisial AM (44) dan MH (44) yang diduga pelaku teroris. Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Senoaji membenarkan terkait penangkapan tersebut, meski pihaknya tidak menjelaskan secara detail terkait kronologis penangkapan serta latarbelakangnya.

Sebab, dalam hal ini pihaknya sebagai pemilik wilayah hanya mem-backup saja. "Betul (ada penangkapan tersebut-Red)," ungkap orang nomor satu di Polrestabes Semarang tersebut, kemarin. Kanit Reskrim Polsek Gunungpati AKP Hengky menambahkan, saat penindakan tersebut pihaknya berada di sekitar lokasi, namun tidak mendekat sampai ke rumah kontrakan tersebut.

"Kami hanya melakukan pengamatan dari jauh, tidak boleh mendekat," ujarnya. Penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror tersebut, lanjut dia, hanya disaksikan oleh ketua RT dan RWsetempat yang sebelumnya sudah dihubungi.

"Kalau nggak salah pak RT yang diajak menyaksikan kegiatan penggeledahan," ujarnya. Terkait penindakan tersebut juga dibenarkan oleh Ketua RW 04, Nongkosawit, Gunungpati Hafidz mengatakan, dia dan ketua RT setempat menyaksikan secara langsung penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror tersebut. "Awalnya saya berada di kebun.

Lalu sekitar pukul 07.00 saya didatangi Pak RT dan diminta untuk mendampingi. Yang dihubungi Densus pertama pak RT," jelasnya. Saat menuju ke rumah kontrakan tersebut, lanjut dia, sudah banyak anggota polisi baik yang berseragam maupun menggenakan pakaian preman. "Sudah ramai banyak polisi, itu ada sekitar sepuluh mobil," ungkapnya.

Hafidz membeberkan, suami istri yang merupakan warga Pringapus, Kabupaten Semarang sesuai KTP, tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama dua anaknya. Adapuan saat kejadian AM berada di rumah kontrakan tersebut sementara MH sedang mengantar anak mereka ke sekolah.

"Begitu tiba di rumah kontrakan setelah mengantarkan anaknya sekolah, dia (MH-red) kaget kerena banyak polisi di rumah kontrakannya," ujarnya. Oleh petugas, lanjut dia, AM dan MH kemudian diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. "Intinya yang saya tahu keduanya dibawa polisi itu," jelasnya. Penggeledahan dalam rangka mencari alat bukti juga dilakukan di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Selasa (15/10).

Ada tiga lokasi yang berbeda penggeledahan yang dilakukan Densus 88, yakni di indekost di Dukuh Serongan RT 01 RW 02 Desa Mayang Kecamatan Gatak. Lalu di indekos Dukuh Tegalrejo RT 02 RW 05 Desa Purbayan Kecamatan Baki dan di Dukuh Ngemplak RT 01 RW 01 Desa Mayang. Informasi yang dihimpun jika pengeledahan ini merupakan hasil penangkapan dua pelaku terduga teroris pada Selasa (15/10) pagi.

"Iya benar ada pengeledahan di tiga lokasi oleh Densus 88. Kami hanya mengamankan saja, untuk kejelasan masalah ini belum mengetahui dan bukan kewenangan kami," terang Kapolsek Gatak, AKP Yulianto, kemarin.

Ketua RT 01 RW 02 Dukuh Serongan Desa Mayang, Sri Widodo mengatakan indekos yang digeledah itu ditempati oleh Abdul Karim (31), warga Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi ini. Dia, tinggal bersama istri dan keempat anaknya. Saat penggeledahan, petugas tidak menemukan dan membawa barang bukti yang dianggap berbahaya.

Menurutnya, jika pelaku sudah tinggal di kost itu kirakira dua bulan ini dan itu tidak melaporkan atau mengumpulkan identitas ke RTatau RW. Selama tinggal disini tidak pernah bersosialisasi dengan warga setempat dan tertutup.

"Tinggal disini satu keluarga dan sudah dua bulan ini. Saya sudah sosialisasi agar mengumpulkan identitas diri tapi tidak dilakukan," kata dia. Pemilik indekos, Suparmi (65) mengatakan jika sesuai identitas kamar nomor 5 dihuni AK (31) dan istrinya SN (34) bersama dan empat orang anaknya yang merupakan warga Bekasi.

"Saya tidak tahu persisnya, saat saya tanya jualan es jeruk sedangkan istrinya di kost. Komunikasi sering dan menyapa biasanya itu pagi saat buang sampah," ujar dia. Sementara itu Ketua RT 02 Dukuh Tegalrejo Desa Purbayan, Eri Mujianto menambahkan jika disini hanya pengeledahan saja sedangkan penangkapan di lokasi lain.

"Hanya pengeledahan saja. Tapi yang dibawah itu buku, pisau, dan laptop. Kalau orangnya tertutup dan tidak mau berkomunikasi, sudah dua bulan ini tinggal. Itu ditangkap karena apa, saya tidak tahu," tandasnya.

Awasi Lingkungan

Sementara di Solo, Polresta Surakarta meningkatkan pengamanan di sejumlah kawasan publik. Hal tersebut dilakukan menyusul adanya ancaman serangan bom bunuh diri yang sudah direncanakan oleh kelompok Abu Zee. Kapolresta Surakarta AKBPAndy Rifai mengungkapkan, peningkatan pengamanan dilakukan baik di dalam maupun di daerah perbatasan dengan Kota Solo.

"Polresta Surakarta langsung melakukan antisipasi di lapangan dengan peningkatan pengamanan di sejumlah objek vital di Solo. Seperti di tempat ibadah, tempat keramaian, mal, terminal, stasiun dan tempat publik lainnya," kata Andy, kemarin.

Orang pertama di jajaran Polresta itu melanjutkan, peningkatan pengamanan perlu dilakukan. Pasalnya tidak menutup kemungkinan jika anggota dari kelompok Abu Zee masih bebas berkeliaran. Termasuk di wilayah Kota Solo. "Kami sudah memiliki pengalaman ya menjadi lokasi aksi itu, termasuk ancaman-ancaman yang lain.

Maka dari itu kami sudah antisipasi sejak awal," tegasnya. Antisipasi tersebut dilakukan karena Polresta juga tidak mau kecolongan adanya aksi terorisme di wilayah Solo. Maka dari itu, deteksi secara dini terkait keberadaan kelompok radikal itu perlu dilakukan.

Selain peningkatan pengamanan, Kapolresta juga mengimbau kepada masyarakat agar turut mengawasi lingkungan di kampungnya. Terutama jika ada yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada pihak berwajib sehingga bisa dilakukan penanganan secepatnya.

"Masyarakat juga kalau melihat ada hal-hal yang mencurigakan bisa langsung melaporkan kepada yang berwajib sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami akan selalu menjamin keamanan dan kenyamanan di Kota Solo," tandasnya. (K44,wel,apl,dtc,ant-64)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar