Adu Hebat di Lima Kategori

Jadi Barometer Kemajuan Kelurahan

SM/Hendra Setiawan - RAPAT KOORDINASI : Tim Juri Lurah Hebat saat rapat koordinasi di Hotel Dafam Semarang, belum lama ini. (42)
SM/Hendra Setiawan - RAPAT KOORDINASI : Tim Juri Lurah Hebat saat rapat koordinasi di Hotel Dafam Semarang, belum lama ini. (42)

SEMARANG -Kelurahan menjadi bagian penting dalam kemajuan sebuah kota. Karenanya, penting bagi Suara Merdeka untuk mendorong pengembangan prestasi berbasis kelurahan. Untuk memacu inovasi dan kreasi, Suara Merdeka Network (SMN) menggelar Lomba Lurah Hebat.

Ketua Lomba Lurah Hebat, Bambang Pulunggono mengatakan, ada lima kategori yang diperlombakan. Pertama, Ke l u r a h a n Paling Literatif, kedua Kelurahan Berentrepreneur Terbanyak, ketiga Kelurahan Paling Taat Regulasi.

Keempat Kelurahan Berinfrastruktur Terbaik dan kelima Kelurahan Paling Berbudaya. ”Jadi dari 177 kelurahan, dibagi menjadi lima kategori sesuai dengan potensinya masing-masing. Tim juri akan menilai kelurahan terbaik di masing-masing kategori,” ujar Bambang Pulunggono, kemarin.

Ada beberapa aspek penilaian. Untuk kategori Kelurahan Paling Literatif, penilaiannya meliputi aspek, ketersediaan perpustakaan kelurahan, kelompok literasi, literasi dasar, program-program literasi, taman baca. Kemudian implementasi literasi seperti slogan. Lalu aktualisasi sains, aktualisasi digitalisasi.

Kategori

Untuk kategori Kelurahan Berentrepreneur Terbanyak, aspek yang dinilai, yakni memenuhi syarat satu kelurahan satu UMKM, memenuhi syarat satu kelurahan satu produk, memenuhi syarat satu orang satu produk. Kemudian memenuhi syarat perdagangan online, pengelolaan keuangan yang baik, serta pengelolaan CSR. Adapun kategori Kelurahan Paling Taat Regulasi, aspek yang dinilai meliputi, pelaksanaan perda dan peraturan wali kota.

Pelaksanaan tugas-tugas kelurahan, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan ketertiban dan keamanan umum, pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum, serta pembinaan lembaga kemasyarakatan.

Adapun Kelurahan Berinfrastruktur Terbaik, aspek yang dinilai meliputi, infrastruktur lingkungan, seperti jaringan air minum, drainase, tempat pengumpulan sampah dan lainnya. Kemudian infrastruktur transportasi, seperti jalan pemukiman, jalan poros, sarana prasarana transportasi lainnya.

Lalu, infrastruktur kesehatan seperti mandi-cuci-kakus, pos pelayanan terpadu dan pos pembinaan terpadu. Infrastruktur Pendidikan dan Kebudayaan, seperti taman baca masyarakat, bangunan pendidikan usia dini, wahana permainan anak usia dini, dan sarana pendidikan dan kebudayaan lainnya.

Sementara itu, kategori Kelurahan Paling Berbudaya, aspek yang dinilai, yakkni punya budaya-budaya andalan (tidak harus kesenian), punya forum untuk menampilkan budaya-budaya itu, punya strategi pengembangan budaya, pendayagunaan budaya pada masa kekinian (misalnya dipentaskan kepada turis atau publik).

Kemudian mengkreasi budaya-budaya baru nondigital, mengkreasi budayabudaya baru digital. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, menggandeng Suara Merdeka, merupakan salah satu penerapan konsep bergerak bersama.

Masing-masing lurah juga harus bisa mengajak warganya untuk mendukung program-program pemerintah. Para Lurah harus menerapkan Kerja Cepat, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas.

Untuk memotivasi para lurah, wali kota yang akrab disapa Hendi menggandeng media cetak besar di Kota Semarang, yaitu Suara Merdeka. Melalui Suara Merdeka, Pemkot Semarang akan dibantu melakukan penilaian kepada para Lurah secara objektif. Nantinya bagi lurah yang terpilih akan secara khusus mendapatkan apresiasi dari pihak-pihak terkait.

”Harapan saya, lurah dapat menunjukkan kinerja terbaiknya dan meningkatkan kekompakan warga setempat. Penyelenggaraan Kelurahan Hebat ini, diharapkan menjadi barometer kemajuan masing-masing kelurahan,” ungkap Hendi. (K18-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar