Pelantikan Presiden Pukul 16.00 Tetap Sah

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz menyatakan pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024 tetap sah meski digelar siang-sore hari. Pernyataan Viryan itu merespons Ketua MPR Bambang Soesatyo yang mengusulkan waktu pelantikan digeser dari pagi ke sore hari pukul 16.00 WIB. “Terkait masalah jam pelantikan diundur, bahkan bila ingin digelar malam hari pun enggak apa-apa, yang penting pada tanggal 20 Oktober,” kata Viryan, Rabu (9/10).

Dia menyampaikan, tak ada aturan khusus terkait waktu pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, kecuali Peraturan KPU Nomor 32 Tahun 2018. Di tingkat undang-undang, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu hanya menjelaskan presiden dan wakil presiden terpilih dilantik oleh MPR. “Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 427 dan 428, presiden dan wakil presiden dilantik oleh MPR dalam sidang paripurna, sehingga bergantung pada kesiapan MPR,” ucap Viryan.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengusulkan agar pelantikan Jokowi-Ma’ruf diundur menjadi Minggu (20/10) sore. Menurut dia, usulan tersebut untuk menghormati pemeluk agama Katolik dan Kristen Protestan yang beribadah pada Minggu pagi.

“Kalau (Minggu) pagi akan mengganggu saudara-saudara kita yang berolahraga dan beribadah, makanya kami usulkan diundur jam 16.00,” kata Bamsoet, sapaannya, Selasa (8/10). Dia mengatakan, pemunduran itu juga untuk memberi kesempatan kepada masyarakat menikmati car free day di beberapa ruas jalan protokol Jakarta.

“Sebagai tuan rumah, MPR ingin pelantikan presiden/wakil presiden tidak mengganggu aktivitas masyarakat, mengingat ini merupakan hajat besar rakyat Indonesia. Jadi, yang beribadah pada Minggu pagi maupun yang menikmati car free day tidak terganggu. Kesekjenan MPR akan berkoordinasi lebih lanjut dengan protokol Istana dan jajaran Sekretariat Negara untuk teknis lebih lanjut,” tutur Bamsoet.

Agar prosesi pelantikan berlangsung khidmat, tertib, dan aman, pimpinan MPR akan mengundang Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara, Menteri Luar Negeri, komisioner Komisi Pemilihan Umum, dan Sekretariat Negara untuk mengikuti rapat koordinasi di Gedung MPR. Selain itu, pimpinan MPR juga akan bersilaturahmi dengan presiden-wakil presiden terpilih 2019- 2024 serta Wakil Presiden 2014-2019 Jusuf Kalla.

“Kami juga akan bersilaturahmi sekaligus mengantarkan undangan pelantikan kepada Presiden ke- 4 Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dan kandidat calon presidenwakil presiden pada Pemilu 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Silaturahmi ini kami harap mendatangkan kesejukan bagi bangsa Indonesia,” tandas Bamsoet. (J13,cnn-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar