TNI AU Terus Tambah Alutsista Generasi Terkini

YOGYAKARTA- Ancaman terhadap kedaulatan negara kini tidak lagi bersifat tradisional, namun multidimensi, kompleks, dan sukar diprediksi. Kenyataannya, ancaman yang dihadapi tidak hanya melibatkan kekuatan militer tapi juga berasal dari nonmiliter.

Menyikapi kondisi tersebut, TNI Angkatan Udara selalu berpedoman pada pemenuhan kekuatan dengan acuan rencana strategis. Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI AU Marsekal Yuyu Sutisna saat menyampaikan sambutan sebagai inspektur upacara dalam serah terima jabatan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU), di Lapangan Dirgantara, Yogyakarta, Rabu (9/10).

Jabatan Gubernur AAU diserahterimakan dari Marsda Tatang Harlyansyah kepada Marsda Nanang Santoso. Nanang sebelumnya bertugas sebagai Staf Ahli Tingkat III Bid Ekkudog Panglima TNI.

Adapun Tatang akan menduduki jabatan baru sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU (Kodiklatau). “Kita harus mampu beradaptasi dan fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi negara, namun tetap mengacu kepada pemenuhan minimum essential force yang telah ditetapkan,” ujar Yuyu.

Ke depan, TNI AU akan terus mengembangkan kekuatan dan kemampuan melalui penambahan pesawat tempur generasi terkini, unmanned combat aerial vehicle(UCAV), pesawat airborne early warning and control, radar ground control interception (GCI), dan alutsista modern lainnya.

Selain itu, lanjut Yuyu, perlu peningkatan kemampuan cyber warfare (perang siber) serta pengintegrasian sistem operasi tempur yang kini telah menjadi kebutuhan esensial bagi kemampuan pertahanan di berbagai negara maju.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia TNI AU agar memiliki kemampuan profesional dan siap mengawaki berbagai sistem itu dalam kondisi apa pun,” imbuh dia. Yuyu menambahkan, AAU telah mendidik ribuan perwira yang memberi sumbangsih dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Jika dikaitkan dengan rencana strategis TNI AU serta kompleksitas ancaman yang harus dihadapi, tidak dapat dimungkiri bahwa pendidikan yang dilaksanakan di lembaga ini merupakan salah satu investasi terbesar yang harus dijadikan prioritas. (J1-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar