Kerja Sama Indonesia- Singapura Diperkuat

SM/Antara : INSPEKSI PASUKAN: Presiden Joko Widodo didampingi PM Singapura Lee Hsien Loong (ketiga kiri) melakukan inspeksi pasukan di halaman Istana Singapura, Selasa (08/10). (24)
SM/Antara : INSPEKSI PASUKAN: Presiden Joko Widodo didampingi PM Singapura Lee Hsien Loong (ketiga kiri) melakukan inspeksi pasukan di halaman Istana Singapura, Selasa (08/10). (24)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long sepakat meningkatkan dan memperkuat kerja sama di sejumlah bidang, seperti keamanan, ekonomi, dan pendidikan. ”Pertama, Indonesia menyambut kerangka negosiasi untuk flight information region (FIR) atau kendali ruang udara yang sudah disepakati kedua negara. Indonesia menghormati posisi Singapura untuk mengawasi wilayah udaranya. Karena itu, tim teknis kami sudah memulai negosiasi dan saya mendorong agar dipercepat,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Singapura, Selasa (8/10). Jokowi dan Lee Hsien Loong bertemu dalam Leader’s Retreat yang berlangsung setiap tahun, sejak 2017.

Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala pemerintahan dan para menteri membahas hingga persoalan teknis di berbagai bidang. ”Kedua, meningkatkan kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara dalam pengelolaan likuiditas valas,” tambah Jokowi. Ketiga, Presiden menyambut peningkatan jumlah perusahaan Singapura yang berpartisipasi dalam pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Nongsa Digital Park di Batam. ”Kami menyambut baik tindak lanjut leader’s retreat tahun lalu, termasuk peningkatan tenant di Kawasan Indrustri Kendal, pembangunan Nongsa Digital Park karena Singapura mendukung perusahaan Pegatron di Batam,” tambah Jokowi.

Keempat, kedua negara sepakat mendorong kerja sama bilateral di bidang investasi dan perdagangan. ”Kelima, di bidang infrastruktur, Indonesia menawarkan kerja sama pendanaan infrastruktur, termasuk kereta api Makassar-Parepare dan Bandara Labuan Bajo.” Keenam, kedua negara meningkatkan pendidikan vokasi, termasuk pengoperasian Politeknik Kendal dan Republic of Indonesia and Singapore Fellowship. ”Terakhir, kami sepakat mendorong ekonomi digital di bidang financial technology, e-commerce, layanan data, pengembangan techno park, dan regional innovation,” tambah Presiden.

Investor Terbesar

Lee Hsien Long menambahkan, tali ekonomi Indonesia-Singapura semakin kuat. Singapura juga investor terbesar Indonesia sejak 2014. Buktinya, investasi di Kawasan Industri Kendal yang bernilai 8 juta dolar AS dengan 60 perusahaan dan diperkirakan menciptakan 7 juta lapangan kerja. ”Kami juga akan meningkatkan kerja sama jangka panjang, yaitu di kawasan Batam-Bintan-Karimum yang dapat mendukung para penumpang dari Changi. Selain itu, kami juga akan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi digital dengan penandatangan digital national single window,” kata PM Lee.

Khusus bidang keamanan, dia berharap penyelesaian negosiasi FIR. ”Dalam bidang managemen kawasan udara khususnya FIR, kita telah menyepakati kerangka diskusi mengenai hal ini,” ungkap Lee. Kedua pemimpin dalam pertemuan juga menyaksikan penandatanganan dua dokumen kerja sama, yaitu perjanjian pertukaran data elektronik fasilitasi dan pengamankan perdagangan serta nota kesepahaman mengenai kerja sama kearsipan.

Perjanjian pertukaran data elektronik yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat Perjanjian kedua adalah penandatangan nota kesepahaman kerja sama selama tiga tahun ke depan antara Arsip Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional Singapura. Perjanjian itu memungkinkan kedua lembaga untuk berbagi pengetahuan arsip mengenai sejarah dan budaya.

Mendampingi Presiden Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno PMarsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Natsir, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong. (ant-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar