Inovasi Tim Dosen UNY

Samak Kulit Kelinci untuk Bahan Tekstil

SM/Agung PW : SIAP DIOLAH: Dosen UNY memperlihatkan limbah kulit kelinci yang siap diolah menjadi bahan tekstil.(24)
SM/Agung PW : SIAP DIOLAH: Dosen UNY memperlihatkan limbah kulit kelinci yang siap diolah menjadi bahan tekstil.(24)

Untuk memaksimalkan manfaat limbah kulit kelinci, tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pun menggunakan teknologi nanopartikel yang ramah lingkungan. Penyamakan kulit dengan teknologi nanopartikel itu mampu memaksimalkan bahan tekstil yang dihasilkan.

KEINGINAN untuk meningkatkan perekonomian warga, membuat tim dosen dari UNY, yang terdiri atas Dr Eli Rohaeti, Endang Dwi Siswani MT dan Susila Kristianingrum MSi berupaya menghasilkan terobosan teknologi yang mudah dikuasai masyarakat. Terobosan tersebut mereka aplikasikan dalam pelatihan manajemen kewirausahaan yang produktif sehingga penghasilan masyarakat meningkat. Salah-satu produk yang bernilai guna dan dibutuhkan setiap orang adalah tekstil.

Hal ini yang membuat tim dosen UNY itu melihat limbah kulit binatang yang dibuang begitu saja atau belum dimanfaatkan secara optimal, yakni kulit kelinci.

Kulit kelinci dibuang karena warga belum bisa mengolahnya menjadi produk bernilai karena keterbatasan tenaga ahli dan teknologi. ‘’Kami berusaha memodifikasi bahan tekstil berbasis limbah kulit kelinci melalui penambahan nanopartikel ramah lingkungan. Nanopartikel digunakan dalam proses penyamakan kulit kelinci. Bahan ini juga berfungsi sebagai bahan antibakteri dan antijamur. Dengan demikian, pembuatan tekstil berbasis limbah kulit binatang menajadi murah, bahkan bahan yang dihasilkan dapat menjadi produk multifungsi,’’ ungkap Eli.

Disamak

Tim dosen yang tergabung dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA UNY ini melihat limbah kulit kelinci yang tidak dimanfaatkan justru menjadi masalah baru, yakni menimbulkan bau busuk. Limbah juga akan mencemarkan tanah dan air. Dengan memanfaatkan beberapa bahan kimia sederhana, fatliquor, dan bahan alam seperti gambir, kulit kelinci dapat disamak dengan mudah. ‘’Ekstrak tanaman dapat digunakan sebagai bahan penyamak kulit binatang sehingga proses produksi penyamakan kulit lebih ramah lingkungan serta berbiaya murah,’’ ujar Eli.

Terobosan teknologi penyamakan itu mereka tularkan ke para pemuda Karang Taruna Mexicana di Dusun Calukan, Sinduharjo, Sleman, DIY. Tujuannya, agar para pemuda memiliki pengetahuan dan kesadaran lingkungan tentang cara memanfaatkan limbah kulit kelinci menjadi produk tekstil maupun produk kerajinan dengan pendekatan sains dan teknologi.

Tim juga menjelaskan manfaat pengolahan limbah kulit kelinci menjadi produk fungsional dan bernilai ekonomi tinggi. Upaya tim membuahkan hasil. Para pemuda karang taruna pun termotivasi untuk membuat usaha berwawasan lingkungan melalui pembuatan tekstil berbahan kulit kelinci.

Terobosan teknologi dari para dosen itu juga membuat para pemuda cepat menguasai pembuatan tekstil berbahan kulit kelinci. Mereka lebih cepat belajar karena para dosen langsung mempraktikkan tekniknya, baik dalam proses pembersihan kulit, penggaraman, penyamakan, pelemasan kulit, serta pengeringannya. (Agung PW-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar