Provel 2019: Manusia Aset Penting Bangsa

Pemerintah mulai ancang-ancang memaksimalkan bonus demografi demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Perlu langkah strategis dan dukungan dari semua lapisan masyarakat.

Isu krusial tersebut diangkat Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Universitas Diponegoro (Undip) sebagai tema utama The Projects of Economics Development (Provel) 2019: “Mengatasi Berbagai Problematika Human Capital untuk Mempersiapkan Indonesia Emas 2045”. Provel merupakan serangkaian acara berpokok bahasan ekonomi yang menjadi agenda tahunan HMD IESPUndip. Tahun ini Provel genap sembilan kali diadakan. Salah satu agenda andalan Provel dari tahun ke tahun ialah Competition of National Economic Research and Innovation Papers (Concerns). Lomba karya tulis ilmiah yang terbuka bagi seluruh mahasiswa se-Indonesia tersebut masih berkaitan dengan poin Indonesia Emas 2045, yakni tentang modal manusia (human capital). Rangkaian Concerns dengan tema besar “Strategi dan Inovasi Indonesia dalam Meningkatkan Kualitas Human Capital” itu diawali dengan pengumpulan abstrak pada Juni hingga Juli, pengumuman finalis pada 3 September, presentasi dan kunjungan lapangan pada 26 September, lalu debat pada 27 September. Tim Undip dengan anggota Rima Riyanto dan Alfandio Heil Prasetia keluar sebagai juara pertama Concerns 2019, sedangkan peringkat kedua diduduki tim Universitas Indonesia dengan anggota Feby Hadayani, Rizqi Qurniawan, dan Putra Yudhatama. Adapun Diana Rizky, Nabilla Salma, dan Olivia Tiur Siagian dari Universitas Padjajaran meraih posisi ketiga.

Para Pakar

Provel 2019 dipungkasi dengan seminar dan talkshow, Sabtu (28/9). Acara yang berlangsung di Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip tersebut menghadirkan para pakar, antara lain ekonom dan politikus Faisal Basri. Faisal menganalogikan kondisi perekonomian negara dengan anatomi tubuh manusia. Ibaratnya, aliran darah adalah sektor keuangan, sementara darahnya ialah uang yang beredar. Dalam membahas reformasi sektor keuangan, Faisal mengingatkan tingkat urgensi konsolidasi antar bank agar keuangan negara lebih kuat. Sebelum Faisal, Kepala Bappeda Jateng Prasetyo Ari Wibowo yang hari itu mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan isu strategis yang telah dan akan dilakukan Jateng terkait pembangunan. Pemerintah Jateng percaya, akses pendidikan gratis serta kelayakan derajat kesehatan merupakan solusi konkrit dalam meningkatkan kualitas SDM. “Salah satu kekayaan Jateng adalah bonus demografi. Jadi keuntungan atau justru beban, tergantung dengan input dan kualitas manusianya,” tutur Pras.

Seminar diakhiri dengan materi dari Ketua Asosiasi Pengusaha Hariyadi Sukamdani tentang strategi dan inovasi Indonesia. Sementara sesi talkshow selepas jamuan siang menghadirkan Putri Pariwisata Indonesia Karina Nadila. “Lewat acara ini kami ingin mengingatkan bahwa human capital merupakan aset penting sebuah negara. Terlebih di era milenial ini, pertumbuhan penduduk dan bonus demografi justru bisa menimbulkan masalah jika tidak diikuti dengan peningkatan kualitas dari segi pendidikan dan keterampilan,” ucap Ketua HMD IESP Rangga Bayu Kresna. Kecuali Concerns dan seminar, Provel 2019 memberi wawasan baru bagi internal mahasiswa IESPUndip lewat program Economic Day (Ecoday). Acara yang diisi oleh perwakilan dari Badan Kebijakan Fiskal dan World Bank itu memberi gambaran tentang departemen IESPdan prospek kerja di masa datang. (Sofie Dwi Rifayani-53)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar