PUISI : Amir Machmud NS

Di Ruas Sungai Moskwa


di ruas sungai moskwa
mencerecet koloni burung-burug
tak hirau riuh deru mesin
kecipak air tersibak
yacht-yacht mewah
hilir mudik bercengkerama
mungkin pula sisa-sisa cengkerama

di ruas sungai moskwa
angin dingin pada sisa musim panas
melilit meremas
matahari betapa mewah
berbagi tanpa menemu surga musim
para pencari perbedaan
yang begitu betah
berburu surya

musim pun dipajang sebagai lapak
merayu dunia
yang tak sembarang negara memiliki

di sibakan riak sungai moskwa
koloni ikan bermain
entah dengan aura apa
berkejaran di sisa habitat
yang tak pernah terbayangkan
apakah esok masih ada surga

dari tepi sungai moskwa
cuaca temaram
merenda rintik syahdu
matahari malu-malu memanasi
kehangatan meremang dalam pikiran
gerimis tipis menyulam petang
indah di tiap detak waktu

waktuku entah ke mana
entah terbenam di mana
entah terbuang di ceruk apa...

Mokswa, Agustus 2019





Lapangan Merah


di tengah sajadah kolosal
kelalulalangan sibuk kremlin
luruh satu-satu
bertolak ke masa lalu
Tuhan menyediakan lapak keragaman
keniscayaan menyulam warna-warni
manusia membentuk rupa-rupa
mengingini yang berbeda
di sini justru kuhayati
pesan ayat-ayat suci.

Mokswa, Agustus 2019




Petang di Taman Gorky


dari terang yacht yang bersandar
pijar lampu di tiap titik
makan malam berhenti
di depan taman gorky
sungai moskwa melempar syahdu
dan angin bertiup
menyapu serakan puzzle
glasnots dan perestroika
gorbachev dan syair-syair demokrasi
musik metal scorpions
mengampanyekan demokrasi
mengentak imajinasi
angin perubahan

wine merah memecah galau dingin
empuk sepotong daging domba
dari tungku pembakaran
selada segar berguyur anggur
di tengah musik sungai moskwa
konser riak melintas samar
optimisme gorby di taman gorky.

Mokswa, Agustus 2019



- Amir Machmud NS, jurnalis senior, menulis puisi dan cerita pendek. (28)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar